Ads
Pemerintahan

Panen Tembakau di Kepohbaru, Bupati Bojonegoro Siap Lobi Pabrikan Demi Jaga Kestabilan Harga

syailendraachmad51
×

Panen Tembakau di Kepohbaru, Bupati Bojonegoro Siap Lobi Pabrikan Demi Jaga Kestabilan Harga

Sebarkan artikel ini
1000393402

​BOJONEGORO||TRANSISINEWS– Langkah nyata dalam mengawal sektor pertanian ditunjukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui agenda Medhayoh yang berlangsung di Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru. Rabu(12/08/2026).

 

Program ini memadukan silaturahmi keagamaan, peninjauan potensi komoditas lokal, hingga penyerapan aspirasi masyarakat desa secara langsung.

 

​Perjalanan diawali dengan kunjungan kehormatan ke Pondok Pesantren Darul Istiqomah di Desa Woro, sebelum akhirnya rombongan Bupati dan Wakil Bupati meluncur ke lahan pertanian Desa Cengkir untuk memanen tembakau bersama warga setempat.

 

​Melihat prospek panen tembakau yang kian membaik, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengungkapkan bahwa pergerakan harga di tingkat petani saat ini menunjukkan tren positif.

 

“Demi mengunci kestabilan harga hingga masa panen usai, Pemkab Bojonegoro akan memfasilitasi komunikasi langsung dengan kalangan industri,” ucapnya.

 

​Langkah diplomasi dengan perusahaan besar seperti PT HM Sampoerna Tbk serta pabrikan nasional lainnya siap ditempuh agar proses penyerapan hasil panen berjalan maksimal, sehingga nilai jual tembakau dapat bertahan tinggi dan menguntungkan para petani.

 

​Tidak hanya berfokus pada tanaman tembakau, ajang Medhayoh ini juga diwarnai dengan penanaman bibit melon secara simbolis di area persawahan warga.

 

Agenda ini menjadi bukti dorongan Pemkab Bojonegoro terhadap program diversifikasi pertanian di wilayah pedesaan.

 

​Melalui variasi jenis tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi, para petani diharapkan tidak hanya bergantung pada satu jenis hasil bumi, melainkan memiliki alternatif komoditas yang mampu mendongkrak tingkat pendapatan keluarga secara berkelanjutan.

 

​Seluruh rangkaian peninjauan lapangan tersebut kemudian dipungkasi dengan sesi rembug warga di kediaman Kepala Desa Cengkir.

 

Ruang diskusi tanpa sekat ini dimanfaatkan jajaran eksekutif untuk mendengarkan secara mendalam berbagai usulan, kendala, serta kebutuhan prioritas masyarakat terkait pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di desa.(sy/red)

error: Content is protected !!