Ads
InvestigasiPeristiwa

Gawat! Narkoba Masuk RSUD Sampang, Dokter IGD dan Tiga Orang Diamankan Polisi

syailendraachmad51
×

Gawat! Narkoba Masuk RSUD Sampang, Dokter IGD dan Tiga Orang Diamankan Polisi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260724 WA0066

SAMPANG||TRANSISINEWS — Dugaan penyalahgunaan narkotika kembali mencoreng institusi pelayanan kesehatan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Satresnarkoba Polres Sampang mengamankan empat orang dalam satu operasi, termasuk seorang dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang berinisial M, dua juru parkir, dan satu petugas satpam.

Mereka diduga terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Kasus ini menjadi sorotan tajam karena menyentuh langsung jantung pelayanan publik, yakni rumah sakit.

Sosok dokter yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam penyelamatan nyawa justru diduga terseret dalam praktik penyalahgunaan narkotika.

Kondisi ini bukan hanya memunculkan persoalan hukum, tetapi juga mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap integritas tenaga kesehatan di fasilitas milik pemerintah.

Lebih jauh, fakta bahwa dokter M disebut masih menjalani rehabilitasi di RS Menur Surabaya sejak Mei 2026 menambah serius persoalan ini.

Jika benar yang bersangkutan kembali terjaring di tengah proses pemulihan, maka muncul pertanyaan besar mengenai efektivitas rehabilitasi, pengawasan, dan komitmen pemulihan yang dijalani.

Publik berhak mendapat penjelasan utuh: apakah ini kegagalan sistem, lemahnya kontrol, atau ada jaringan yang lebih luas di balik kasus tersebut.

Kasatresnarkoba Polres Sampang, Iptu Yuda Julianto, membenarkan penangkapan itu dan menyebut penyidik masih mendalami seluruh rangkaian perkara, termasuk asal-usul peredaran narkotika yang digunakan para tersangka.

Artinya, kasus ini belum berhenti pada empat orang yang diamankan.

Penelusuran terhadap pemasok dan jaringan di belakangnya menjadi kunci untuk mengungkap apakah ada rantai peredaran yang lebih besar dan lebih terorganisir.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, Andy A. Hasan, pada Kamis (23/07/26) membenarkan identitas dokter yang terlibat dan menegaskan bahwa proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian.

Ia juga menegaskan sikap tegas manajemen rumah sakit terhadap penyalahgunaan narkotika.

“Kami tidak memberi ruang bagi pengguna narkoba. Segera setelah dinyatakan positif oleh kepolisian, yang bersangkutan akan kami berhentikan dari tugasnya,” ujar Andy.

Sebagai langkah pencegahan, rumah sakit telah melakukan tes narkoba terhadap seluruh pegawai dengan pemeriksaan sampel di RS Bhayangkara.

Pemeriksaan berkala juga akan dilakukan untuk memastikan lingkungan pelayanan kesehatan tetap bersih dari penyalahgunaan narkotika.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi dunia kesehatan daerah. Ketika tenaga medis dan unsur pendukung rumah sakit diduga terlibat narkotika, yang dipertaruhkan bukan hanya nama baik institusi, tetapi juga keselamatan pasien dan kepercayaan publik.

Hingga kini, Satresnarkoba Polres Sampang masih terus memperluas penyelidikan untuk membongkar jaringan yang diduga berada di balik kasus tersebut. (tss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *