SAMPANG||TRANSISINEWS – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional sebanyak 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makanan Bergizi (MBG) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Keputusan ini tertuang dalam surat resmi bernomor 2741/D.TWS/05/2026 yang diterbitkan BGN sebagai bentuk penegakan standar kualitas dan keamanan layanan gizi masyarakat.
Sekretaris Satgas MBG Sampang, Sudarmanto, mengonfirmasi penghentian sementara tersebut dan menjelaskan bahwa kebijakan suspend diberlakukan karena sejumlah dapur belum memenuhi persyaratan standar operasional yang telah ditetapkan oleh BGN.
“Jika belum memenuhi persyaratan, terpaksa di-suspend,” ujarnya tegas pada Jumat (29/5/2026).
Menurut Sudarmanto, salah satu kendala utama yang menyebabkan penghentian operasional adalah belum adanya instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di sebagian besar dapur yang terdampak.
Padahal, IPAL merupakan fasilitas wajib yang harus dimiliki untuk menjamin kebersihan dan keamanan lingkungan dapur MBG. “Semakin cepat persyaratan ini dipenuhi, maka produksi makanan bergizi dapat segera dilanjutkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sudarmanto menegaskan bahwa seluruh pengelola SPPG sebenarnya telah diberi sosialisasi dan pemahaman mengenai standar operasional yang harus dipenuhi.
Tim satgas juga rutin melakukan inspeksi dan memberikan peringatan agar seluruh persyaratan segera dilengkapi demi kelancaran pelayanan.
“Kami berharap sanksi penghentian sementara ini menjadi perhatian serius agar tidak mengganggu layanan kepada penerima manfaat,” katanya.
Penghentian operasional ini berpotensi berdampak pada ribuan penerima manfaat yang selama ini mengandalkan dapur MBG untuk mendapatkan makanan bergizi, terutama anak-anak dan kelompok rentan di wilayah tersebut.
Oleh karena itu, percepatan pemenuhan standar menjadi sangat krusial agar layanan gizi masyarakat tidak terputus.
Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Sampang, Ratna Nur Handayani, hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi terkait penghentian operasional puluhan dapur tersebut.
Berikut daftar 27 SPPG dan yayasan pengelola yang terdampak penghentian sementara operasional:
1.SPPG Sampang Torjun Krampon Yayasan Discovery Water Sustainability (DWS)
2.SPPG Sampang Sokobanah Tobai Tengah Yayasan Pendidikan Islam Ar Rofi’iyah
3.SPPG Sampang Banyuates Masaran Yayasan Garda Rejowangi Bela Bangsa
4.SPPG Sampang Tambelangan Baturasang Yayasan Darul Jihad
5.SPPG Sampang Sreseh Noreh 3 Yayasan Barisan Garuda Muda
6.SPPG Sampang Camplong Prajjan Yayasan Nazhatut Thullab Prajjan Camplong
7.SPPG Sampang Kedungdung Daleman Yayasan Miftahut Thullab
8.SPPG Sampang Jrengik Kalangan Prao 2 Yayasan Bahagia Makmur Sentosa
9.SPPG Sampang Sokobanah Sokobanah Yayasan Persada Putra Nusantara Daya 4
10.SPPG Sampang Kedungdung Komis 2 Yayasan Pantura Tengah Jaya
11.SPPG Sampang Banyuanyar 6 Yayasan Brilliant Aku Untukmu Indonesia
12.SPPG Sampang Torjun Krampon 2 Yayasan Brilliant Aku Untukmu Indonesia
13.SPPG Sampang Sokobanah Sokobanah Daya Yayasan Nurul Haromain
14.SPPG Sampang Torjun Pangongsean Yayasan Rumah Juang Garuda Emas
15.SPPG Sampang Torjun Torjun 2 Yayasan Al-Aliy Karang Penang
16.SPPG Sampang Gunung Sekar Yayasan Bakti Desa Nusantara 4
17.SPPG Sampang Jrengik Kalangan Prao Yayasan Kolaborasi Ekosistem Masyarakat Indonesia
18.SPPG Sampang Kedungdung Moktesareh 2 Yayasan Pendidikan Islam Al-Baghdady
19.SPPG Sampang Ketapang Rabiyan Yayasan Makmur Bersinar Gemilang
20.SPPG Sampang Tambelangan Tambelangan Yayasan Kolaborasi Ekosistem Masyarakat Indonesia
21.SPPG Sampang Banyuates Masaran 2 Yayasan Barisan Garuda Muda
22.SPPG Sampang Camplong Dharma Yayasan Alfurqon Tanjung Tanjung
23.SPPG Sampang Pangarengan Gulbung Yayasan Kita Peduli Saudara
24.SPPG Sampang Pangarengan Ragung Yayasan Brilliant Aku Untukmu Indonesia
25.SPPG Sampang Karang Penang Blu’uran Yayasan Bintang Mandiri Sejahtera
26.SPPG Sampang Omben Madulang Yayasan Cahaya Ummat Nusantara
27.SPPG Sampang Robatal Tragih Yayasan Generasi Peduli Bangsa.
Langkah ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pengelola dapur MBG agar segera melengkapi fasilitas dan standar operasional demi keberlanjutan pelayanan gizi yang berkualitas dan aman bagi masyarakat. ( Tss)













