Ads
PemerintahanRagamRegional

Dukung Ketahanan Pangan Jatim, Bulog Bojonegoro Kelola Cadangan 60 Ribu Ton Beras

syailendraachmad51
×

Dukung Ketahanan Pangan Jatim, Bulog Bojonegoro Kelola Cadangan 60 Ribu Ton Beras

Sebarkan artikel ini
IMG 20260422 WA0155

BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Cadangan beras pemerintah nasional menunjukkan tren positif dengan total stok mencapai 4,9 juta ton, angka tertinggi dalam sejarah.

Provinsi Jawa Timur menjadi kontributor utama dengan ketersediaan sekitar 1,2 juta ton. Kondisi ini diikuti oleh penuhnya kapasitas gudang hingga mengharuskan penambahan ruang penyimpanan sebagai indikator meningkatnya produksi pangan nasional.

​Pimpinan Cabang Perum Bulog Bojonegoro, Umar Said, mengungkapkan bahwa pihaknya turut berperan strategis dalam menopang stok di tingkat provinsi.

Saat ini, Bulog Cabang Bojonegoro mengelola stok sekitar 60 ribu ton beras yang mencakup wilayah kerja Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan.

​“Peran Cabang Bojonegoro secara stok di gudang sendiri saat ini ada 60 ribu ton yang mencakup tiga wilayah tersebut,” ujar Umar Said, Selasa (21/4).

​Ia memastikan kondisi kapasitas penyimpanan di wilayahnya masih dalam kategori aman.

Untuk mengantisipasi lonjakan stok, Bulog Bojonegoro mengoperasikan 4 kompleks gudang milik sendiri serta menyewa 11 kompleks pergudangan tambahan.

Total kapasitas penyimpanan yang dikelola saat ini mencapai sekitar 112 ribu ton.

​Meski kapasitas gudang relatif penuh, Bulog menjamin mutu beras tetap terjaga melalui pengawasan kualitas (quality control) secara ketat sebelum didistribusikan ke masyarakat.

Ke depan, Bulog Bojonegoro berencana menambah kapasitas penyimpanan permanen dengan membangun dua unit gudang baru guna mengantisipasi peningkatan produksi di masa mendatang.

​Umar Said mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terkait ketersediaan beras, termasuk dalam menghadapi potensi kemarau panjang.

Stok yang dikelola Bulog dipastikan mencukupi dan siap digunakan sewaktu-waktu untuk menjaga stabilitas pasokan maupun kebutuhan pemerintah di lapangan.(red)