BOJONEGORO||TRANSISINEWS– Kondisi infrastruktur jalan di wilayah pelosok Kabupaten Bojonegoro kembali menjadi sorotan tajam. Seorang warga yang tengah sakit di Dusun Bunten, Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, terpaksa harus ditandu oleh warga sekitar karena akses jalan menuju pemukiman tidak dapat dilalui kendaraan, Selasa (6/1/2026).
Peristiwa memprihatinkan tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi 22 detik yang kini viral di berbagai platform media sosial. Dalam video itu, terlihat sejumlah pria bergotong royong memikul tandu darurat melewati jalanan yang tampak sulit diakses kendaraan bermotor.
Kekecewaan warga terdengar jelas dalam rekaman tersebut. Salah satu warga yang membantu proses evakuasi mengeluhkan kondisi infrastruktur yang dianggap tertinggal di tengah kemajuan zaman.
“Bangeten 2026 wong loro jik digotong, bangeten bangeten (Kelewat batas, tahun 2026 orang sakit masih harus digotong, kelewat batas),” ungkap warga dalam video tersebut dengan nada kecewa.
Menurut penuturan warga setempat, kondisi akses jalan di wilayah tersebut memang sudah lama dikeluhkan.
Masalah semakin diperparah saat musim hujan, di mana jalanan menjadi becek dan licin, sehingga kendaraan roda empat maupun roda dua tidak bisa masuk ke area permukiman.
“Kalau ada warga sakit atau kondisi darurat, ya seperti ini. Harus ditandu ramai-ramai karena kendaraan tidak bisa masuk ke area permukiman,” ujar warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, Camat Kedungadem belum memberikan tanggapan resmi saat dikonfirmasi.
Sementara itu, pihak Pemerintah Desa Tondomulo juga belum berhasil dikonfirmasi terkait kondisi akses jalan di wilayahnya.
Kejadian ini memicu harapan besar dari masyarakat agar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan perhatian serius pada pembangunan infrastruktur di wilayah pinggiran.
Warga menuntut pemenuhan hak pelayanan dasar, khususnya akses kesehatan, agar tidak lagi terhambat oleh buruknya fasilitas jalan.(red)













