BOJONEGORO||TRANSISINEWS — Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Drs. H. Sumari, MM, melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2025 di wilayah Daerah Pemilihan II (Sumberrejo, Balen, Kapas, dan Sokosewu). Sabtu (22/11)
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga, tokoh masyarakat, pendidik, serta para penggiat pendidikan yang memanfaatkan forum ini untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang selama ini menjadi perhatian mereka.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, mayoritas peserta reses menyoroti persoalan kesejahteraan guru non-ASN yang dinilai masih jauh dari layak.
Para guru di RA, MI, MTs, hingga MA swasta menyampaikan harapan besar agar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan skema insentif atau dukungan keuangan yang lebih jelas dan merata, sehingga mereka dapat menjalankan tugas pengabdian secara optimal.
Selain itu, masyarakat juga menegaskan pentingnya jaminan pendidikan gratis bagi seluruh warga, khususnya bagi keluarga kurang mampu.
“Kami berharap program pendidikan gratis tidak hanya sekadar slogan, tetapi benar-benar dirasakan di tingkat sekolah dengan mengurangi beban biaya yang selama ini masih ditemui di berbagai jenjang,” ungkap salah satu peserta reses.
Aspirasi lain yang mengemuka adalah perlunya sosialisasi program-program beasiswa secara lebih masif dan merata.
Peserta reses menilai bahwa banyak peluang beasiswa yang sebenarnya tersedia, namun belum diketahui secara luas oleh masyarakat karena kurangnya informasi dan publikasi.
“Kami meminta Pemkab melalui Dinas Pendidikan untuk memperbanyak kanal informasi, baik melalui sekolah, kecamatan, perangkat desa, hingga media digital,” pungkas salah satu konstituen dapil II.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Drs. H. Sumari, MM., menyampaikan bahwa seluruh catatan dan usulan masyarakat akan dibawa ke dalam pembahasan di tingkat DPRD.
Ia menegaskan komitmennya untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada dunia pendidikan serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik non-ASN.
“Kami akan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, terutama terkait pendidikan dan kesejahteraan guru. Ini bagian dari tugas kami untuk memastikan bahwa pembangunan di Bojonegoro berjalan secara adil dan merata,” tegasnya.
Kegiatan reses ini diharapkan menjadi jembatan aspirasi antara masyarakat dan pemerintah daerah, sekaligus memperkuat komitmen DPRD dalam mendorong kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga, khususnya di sektor pendidikan.(sy)












