BOJONEGORO||TRANSISINEWS-Anggota DPRD Bojonegoro Dapil V Fraksi Partai PKB Imam Sholikin menggelar reses masa sidang II tahun 2025, di gedung sekolah MTS Nurul Yaqin Desa Pengkol, Kecamatan Tambakrejo. Selasa (26/08/2025).
Kegiatan kerja di luar gedung parlemen ini dilakukan seluruh anggota DPRD Bojonegoro guna menyerap aspirasi, tindak lanjuti aduan masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.
Dalam kegiatan reses yang diselenggarakan oleh Fraksi PKB Imam Sholikin ini membuat antusiasme warga sekitar Dapil V berbondong-bondong datang mengikuti kegiatan, bahkan bebera Tokoh Agama termasuk Ketua MWCNU Kecamatan Tambakrejo.
Acara dibuka dengan Diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan lagu mars NU (Nahdlatul Ulama) “Yalal Wathon” , yang dinyanyikan bersama-sama peserta reses dengan penuh semangat juang cinta tanah air.
Mengawali sambutannya, Imam Sholikin menjelaskan arti dari kegiatan reses yang selalu dilakukan anggota DPRD di setiap daerah pemilihanya.
“Reses merupakan kegiatan Wakil Rakyat yang bertemu konstituenya untuk mendengarkan keluh kesah warga dan memberikan solusi serta merealisasikannya dengan menggunakan anggaran seperti halnya APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah),” jelasnya.
Imam Sholikin sebagai wakil rakyat mempersilahkan masyarakat untuk menyampaikan keluh kesah, aspirasi, maupun permasalahan yang dihadapi agar nantinya bisa mempengaruhi kebijakan daerah guna mengatasi masalah yang terjadi.
“Karena inilah fungsi DPRD jika bertemu dengan masyarakat, harus tau bahwa kita memang mewakili rakyat dan dipilih oleh rakyat. Silahkan bertanya nanti akan saya jawab,” tuturnya kepada peserta reses yang begitu antusiasme.

Imam juga memberikan wawasan kepada masyarakat Kecamatan Tambakrejo yang hadir, bahwa keterlambatan pembangunan infrastruktur bukan karena anggota legislatif tidak bisa kerja atau pemimpin daerah yang barupun tak mampu menjaga program lama, namun adanya kebijakan baru.
“Karena pergantian pemimpin negara ataupun pemimpin daerah itu menjadikan era transisi atau perubahan kebijakan lama menjadi kebijakan baru yang harus disesuaikan serta disinkronkan, namun tetap akan dilaksanakan percepatan dengan menggunakan anggaran P-APBD,” ungkapnya.
Fraksi PKB berkomitmen akan selalu mengawal program-program yang bermanfaat dan menyejahterakan masyarakat Bojonegoro.
“Kita kawal bersama program-program pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar tidak salah sasaran,” pungkas Imam Sholikin.(sy)













