”Kami berharap seluruh peserta Destana mampu tanggap terhadap berbagai potensi bencana. Peran masyarakat sangat penting karena merekalah yang berada di garis terdepan saat menghadapi kondisi darurat,” ujar Nurul Azizah.
Ia menjelaskan bahwa BPBD bertindak sebagai koordinator untuk menyinergikan berbagai pihak.
Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan warga harus terus diperkuat agar penanggulangan bencana memberikan dampak yang nyata.
Dalam kesempatan tersebut, Nurul Azizah juga memberikan perhatian khusus terhadap persoalan kekeringan yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Kepohbaru.
Ia meminta agar program Destana ini melahirkan langkah mitigasi konkret yang mampu menjamin ketersediaan air bersih bagi warga.
”Kekeringan harus menjadi perhatian bersama. Harapannya, berbagai langkah yang direncanakan dapat benar-benar dieksekusi sehingga persoalan kebutuhan air masyarakat bisa teratasi,” tegasnya.
Melalui pembentukan Destana ini, Pemkab Bojonegoro optimistis kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana akan semakin meningkat.
Selain menekan indeks risiko bencana daerah, program berbasis partisipasi warga ini diharapkan mampu menciptakan rasa aman dan ketahanan lingkungan yang berkelanjutan.(red)













