BOJONEGORO||TRANSISINEWS– Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda) Air Minum Tirta Buana Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan tren kinerja keuangan yang sehat sekaligus melipatgandakan jangkauan layanan air bersih bagi warga.
Hingga Juli 2026, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini berhasil mengantongi laba kumulatif mencapai Rp4,175 miliar serta serta tancap gas mengejar target 8.000 Sambungan Kran Rumah (SKR) baru sepanjang tahun 2026.
Capaian positif tersebut dibeberkan langsung oleh Direktur Perumda Air Minum Tirta Buana Bojonegoro, M. Khairul Anwar, S.T., M.M., saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro dalam agenda Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027, Rabu (12/08/2026).
Khairul Anwar mengungkapkan bahwa khusus pada periode bulan Juli 2026, perolehan laba bersih perusahaan melonjak signifikan hingga menyentuh angka Rp1 miliar. Realisasi tersebut setara dengan 106,6 persen dari target bulanan yang telah ditetapkan.
“Untuk bulan Juli tahun 2026 ini, laba yang bisa diterima hampir Rp1 miliar. Posisi sekarang kalau dengan target bulan Juli sudah mencapai 106,6 persen, sehingga sudah melampaui target,” papar Khairul di hadapan jajaran Komisi B DPRD Bojonegoro.
Pertumbuhan finansial perusahaan berjalan beriringan dengan akselerasi perluasan cakupan distribusi air bersih.
Untuk mendukung target penambahan 8.000 SKR pelanggan baru sepanjang tahun 2026, program pengembangan jaringan terus digenjot secara berkala sejak Januari lalu.
Geliat Pemasangan SKR baru yang terbilang tinggi pada bulan Juli diproyeksikan bakal memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kontribusi pendapatan perusahaan mulai Agustus 2026.
“Pemasangan SKR termasuk pelanggan baru terus bergerak. Mulai Januari sudah masuk dalam program target sekitar 8.000 SKR untuk tahun ini. Pemasangan pada bulan Juli cukup banyak sehingga pendapatan akan mulai terlihat pada Agustus,” imbuhnya.
Guna memperluas portofolio bisnis, Perumda Tirta Buana tak sekadar bergantung pada segmen domestik/rumah tangga.
Perusahaan kini gencar menjajaki kemitraan strategis dengan entitas bisnis berskala besar dan BUMN, seperti PT Pertamina, Perusahaan Gas Negara (PGN), hingga pelaku industri kuliner modern seperti KFC dan kawasan komersial potensial lainnya.
Dampak positif dari menanjaknya performa bisnis BUMD ini turut dirasakan langsung oleh kas daerah.
Terkait kewajiban kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Perumda Tirta Buana telah menyetorkan bagi hasil laba sebesar Rp700.335.000 dari total target Rp1,4 miliar pada APBD murni 2026. Setoran dilakukan dalam tiga tahap dan sisanya dipastikan tuntas sebelum penghujung tahun 2026.
Menatap tahun anggaran 2027, Perumda Air Minum Tirta Buana memasang target bisnis yang lebih agresif.
Perusahaan memproyeksikan peningkatan setoran dividen kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro hingga mencapai Rp3,8 miliar, seiring dengan rencana pembukaan jaringan transmisi dan distribusi air bersih baru di kawasan-kawasan prioritas.
Rapat pembahasan KUA-PPAS APBD 2027 bersama Komisi B DPRD Bojonegoro ini menjadi instrumen penting dalam menyelaraskan arah bisnis BUMD dengan prioritas pembangunan daerah, guna menjamin hak ketersediaan air bersih yang terjangkau, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bojonegoro.(sy)












