Bagi Provinsi Bali, pembangunan PSEL menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Senada dengan hal tersebut, Gubernur Bali, I Wayan Koster menyampaikan bahwa pembangunan PSEL Bali menjadi langkah penting untuk memperkuat pengelolaan sampah di Pulau Dewata.
“Kalau ini selesai, bukan saja ekosistem lingkungan yang akan bagus, sehat untuk kehidupan masyarakat, tetapi citra pariwisata Bali akan meningkat,” kata Koster.
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa transformasi pengelolaan sampah menjadi energi merupakan langkah penting dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
“PSEL merupakan wujud transformasi dalam pengelolaan sampah. Melalui kolaborasi yang kuat, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi yang memberi manfaat. PLN siap mendukung program ini dengan memastikan energi yang dihasilkan dapat terserap secara andal ke dalam sistem kelistrikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas,” ujar Darmawan.
Fasilitas PSEL Bali dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah sebesar 1.200–1.650 ton per hari dengan potensi pembangkitan listrik hingga 30 megawatt (MW). Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan PSEL di 11 lokasi yang ditargetkan mampu mengolah hingga 14.928 ton sampah per hari dengan potensi kapasitas pembangkitan mencapai 310,3 MW.
Pengembangan PSEL di berbagai daerah diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat pengelolaan sampah nasional sekaligus menghadirkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat. PLN mendukung upaya tersebut dengan memastikan energi yang dihasilkan dari fasilitas PSEL dapat terintegrasi ke dalam sistem kelistrikan nasional sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas. (@dex)













