”Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari tingginya profesionalisme, loyalitas, kepatuhan pada disiplin tempur, serta ketangguhan mental prajurit dalam menghadapi dinamika ancaman yang sangat dinamis di perbatasan,” tegas Mayjen TNI Rudy Saladin.
Mantan ajudan Presiden RI ini juga menambahkan bahwa kehadiran Satgas Yonif 521/DY di Papua tidak hanya sekadar menjaga patok perbatasan secara fisik.
“Kalian telah menjadi duta sejati TNI yang berhasil menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat, sekaligus aktif membantu pemerintah daerah dalam mengakselerasi kesejahteraan warga perbatasan melalui pendekatan humanis,” imbuhnya.
Menutup arahannya, Pangdam menginstruksikan seluruh jajaran Satgas untuk segera melakukan konsolidasi internal, melakukan inventarisasi dan perawatan terhadap perlengkapan satuan, serta melaksanakan evaluasi menyeluruh.
Prajurit juga diminta untuk cepat beradaptasi kembali dengan lingkungan pangkalan serta memprioritaskan waktu luang bersama keharmonisan keluarga setelah sekian lama ditinggalkan bertugas demi negara.(sy)













