Bupati juga menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu membawa sudut pandang baru dalam mendukung pembangunan daerah.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta KKN segera menyesuaikan diri dengan lingkungan desa tempat mereka mengabdi agar waktu pelaksanaan KKN dapat dimanfaatkan secara optimal.
Tak hanya kepada mahasiswa, Setyo Wahono juga mengajak seluruh pihak terkait, mulai dari dosen pembimbing, camat, hingga pemerintah desa, untuk aktif mendampingi proses adaptasi para peserta KKN.
Dengan pendampingan yang baik, mahasiswa diharapkan lebih cepat memahami karakter masyarakat sekaligus mampu menyelaraskan program kerja dengan kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, sejumlah sektor masih membutuhkan dukungan inovasi dari kalangan akademisi, di antaranya pertanian, kesehatan, peternakan, serta pemberdayaan masyarakat. Oleh sebab itu, setiap kelompok KKN diharapkan mampu menyusun program yang aplikatif, relevan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.
Menutup sambutannya, Bupati berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik Universitas Airlangga selama menjalankan pengabdian.
Dia juga mengingatkan pentingnya menghormati adat istiadat, menjunjung norma yang berlaku, serta membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat desa.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, program KKN Universitas Airlangga Tahun 2026 diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi desa-desa lokasi pengabdian, tetapi juga menjadi referensi bagi pembangunan Kabupaten Bojonegoro ke depan. (red/pim)













