Bupati juga menekankan bahwa komitmen dukungan pemkab berlaku menyeluruh, baik untuk rumah sakit milik pemerintah maupun swasta. Setiap fasilitas kesehatan didorong maksimal untuk memiliki layanan unggulan sesuai kompetensi masing-masing demi meningkatkan daya saing daerah.
Sementara itu, Perwakilan IDI Wilayah Jawa Timur, dr. Syaifuddin Zuhri, mengingatkan para dokter untuk terus mematuhi standar profesi, standar operasional prosedur (SOP), serta memperkuat komunikasi efektif dengan pasien seiring meningkatnya kesadaran hukum masyarakat.
Ketua IDI Kabupaten Bojonegoro terpilih, dr. Pramono Apriawan Wijayanto, menyatakan komitmennya untuk memperkuat profesionalisme dokter. Pihaknya menggarisbawahi tiga pilar utama bagi kepengurusan baru, yakni peningkatan kompetensi mutu pelayanan, komunikasi yang penuh empati, serta tertib administrasi rekam medis.
Acara pelantikan pengurus IDI Bojonegoro ini kemudian dirangkai dengan Seminar Ilmiah Nasional yang menghadirkan pakar kesehatan reproduksi, dr. Boyke Dian Nugraha, dengan mengusung tema “Sexual Health as a National Investment”.













