Proses pembersihan sedimentasi di dasar saluran afvoer serta Kali Jambe—yang merupakan anak sungai Kali Gandong—ini diharapkan mampu mendongkrak kapasitas tampung sungai dan memperlancar arus air.
Dengan demikian, saat musim penghujan tiba, pasokan air irigasi dapat ditampung secara maksimal dan didistribusikan ke lahan pertanian secara lebih optimal.
Sejumlah desa yang selama ini masuk dalam peta rawan kekeringan, seperti Desa Donan, Kuniran, Tinumpuk, dan Kaliombo, diproyeksikan akan merasakan dampak positif dari program ini.
Camat Purwosari, Ike Widyaningrum, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Pemkab Bojonegoro serta Dinas PU SDA atas terealisasinya proyek normalisasi di wilayahnya tersebut.
Menurut Ike, pengerukan sedimen ini tidak hanya memperlancar aliran air untuk meningkatkan daya tampung sungai saat musim hujan, tetapi juga secara langsung akan mengoptimalkan distribusi air ke persawahan serta menekan risiko kekeringan di desa-desa terdampak.
”Harapan kami, normalisasi ini menjadi investasi jangka panjang bagi sektor pertanian. Ketika musim hujan tiba, air dapat mengalir lebih lancar menuju areal persawahan sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga dan ketahanan pangan di Kecamatan Purwosari semakin kuat,” pungkas Ike.(sy/*)













