Pada tahap pertama di bulan Januari, tim memberikan pendampingan peningkatan produktivitas berupa bantuan kepada 20 kelompok peternak itik disertai pelatihan kapasitas. Selanjutnya, tahap kedua pada Mei lalu difokuskan pada bimbingan teknis hilirisasi hasil ternak, seperti pengolahan telur asin dan abon bebek, serta penyerahan 20 unit mesin tetas telur.
”Pada pelaksanaan tahap ketiga di bulan Juli ini, kami memfokuskan kegiatan pada pembangunan masyarakat melalui upaya pencegahan stunting. Kami berharap program ini dapat berkelanjutan dan menjadi contoh bagi daerah lain,” ungkap Lilik.
Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Elfia Nuraini, menambahkan bahwa sarasehan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang sudah dimulai sehari sebelumnya. Rangkaian tersebut meliputi kunjungan edukasi ke sekitar 320 siswa sekolah dasar serta penyaluran paket bantuan bagi sasaran pencegahan stunting.
Selain itu, kerja sama ini sebelumnya juga telah menyasar para peternak di Desa Palembon, Kecamatan Kanor, melalui bimbingan teknis budidaya itik.
Menurut Elfia, protein hewani sangat krusial bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita karena kaya akan kandungan asam amino esensial yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan fisik serta perkembangan otak anak sejak dalam kandungan.
”Dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bojonegoro, kami menerapkan strategi pentahelix dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk FKH Universitas Airlangga dan TP PKK. Harapannya, seluruh peserta yang hadir dapat menjadi agen edukasi yang menyebarluaskan informasi ini di lingkungan masing-masing,” pungkas Elfia.(sy/*)













