Ads
PemerintahanRagamRegional

Gelar Audiensi Kritis, MCS Desak Bulog Sampang Buktikan Slogan ‘Pasti Tepat Kualitas Kuantitas’

syailendraachmad51
×

Gelar Audiensi Kritis, MCS Desak Bulog Sampang Buktikan Slogan ‘Pasti Tepat Kualitas Kuantitas’

Sebarkan artikel ini
IMG 20260706 WA0293

Petani lokal enggan melepas hasil panen mereka karena tawaran harga yang disesuaikan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah tersebut dianggap tidak mampu menutup biaya produksi.

Menanggapi hal itu, Asisten Manajer Penjualan Pasar Bulog Pemerintah Pamekasan, Adi Purwono Fitriadi Rahman, mengakui adanya keengganan petani lokal untuk menjual gabah ke Bulog.

Ia berkilah bahwa keterbatasan stok lokal memaksa pihaknya memasok persediaan gudang dari luar Pulau Madura demi menjaga stabilitas stok pangan daerah.

“Jika memang ada petani yang bersedia menjual hasil gabah mereka dengan ketentuan harga dari kami sebesar Rp 6.500 per kilogram, kami tentu siap menyerapnya. Alasan kami mengambil gabah dari luar Madura karena pasokan dari petani lokal di Sampang saat ini masih sangat terbatas,” ujar Adi saat diwawancarai di ruang pertemuan Kantor Bulog Sampang, Senin, 06/07/2026.

Mengenai potensi maladministrasi, Adi menegaskan komitmen Bulog untuk menindak tegas setiap pelanggaran dan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan kejanggalan.

Pihaknya berjanji akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta langsung mengganti komoditas jika ditemukan kualitas beras bantuan yang tidak layak.

Sementara itu, Kepala Gudang Bulog Sampang, Triyono Hadi Saputra, memaparkan bahwa kapasitas tampung gudang di Sampang saat ini hanya mencapai 1.000 ton dengan ketergantungan pasokan dari Bulog Cabang Pamekasan.

Menutup audiensi, Ketua MCS, Fathor Rahman, mendesak Bulog tidak sekadar mengumbar slogan, “Pasti Tepat, Kualitas dan Kuantitas,” melainkan benar-benar membuktikan tiga tugas pokoknya: menjamin ketersediaan pangan, keterjangkauan, dan stabilitas harga yang berkeadilan bagi petani maupun konsumen.

Tagline tersebut dinilai membuat salah fokus (salfok), karena slogan itu menunjukkan komitmen, integritas, dan akuntabilitas terhadap pelayanan Bulog dalam penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Sampang.

Slogan itu jangan hanya sebatas tulisan sepintas dibaca oleh masyarakat, melainkan harus memberikan rasa tanggung jawab demi memulihkan kepercayaan yang pantas bagi masyarakat yang lebih diprioritaskan.(tss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *