Skema ini dinilai sangat tepat dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat yang merindukan sosok polisi yang responsif, terbuka dalam bertugas, serta mampu menyuguhkan rasa aman yang objektif.
Di sisi lain, Bambang menegaskan bahwa LBH memiliki tanggung jawab moral untuk gencar memberikan edukasi dan melek hukum bagi masyarakat lapis bawah.
Di waktu yang sama, LBH juga siap memposisikan diri sebagai mitra kritis yang konstruktif guna memberikan masukan objektif demi menyempurnakan potret penegakan hukum nasional.
“Penegakan hukum yang berkeadilan hanya bisa terwujud apabila seluruh elemen saling mendukung. Kami siap menjalin kerja sama yang konstruktif dengan Polri, memberikan pendampingan kepada masyarakat, sekaligus mendukung setiap langkah perbaikan yang dilakukan institusi kepolisian demi meningkatkan kepercayaan publik (public trust),” tegas Bambang.
Pihaknya menaruh harapan besar agar jajaran Polri konsisten memegang teguh asas profesionalisme, integritas, serta kesetaraan di hadapan hukum (equality before the law) tanpa memandang latar belakang, jabatan, maupun status sosial seseorang.
Masyarakat mendambakan aparat penegak hukum yang bernyali besar dalam menindak tegas setiap bentuk pelanggaran, namun tetap tegak menjunjung tinggi prinsip keadilan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).
Menutup pernyataannya, Bambang melayangkan doa terbaik bagi seluruh personel Polri di penjuru tanah air agar senantiasa dianugerahi kesehatan, ketangguhan, dan kelancaran dalam menunaikan amanah mulia sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin profesional, humanis, berintegritas, serta semakin dipercaya dan dicintai masyarakat. Teruslah menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan mewujudkan Indonesia yang aman, damai, maju, serta berkeadilan,” pungkasnya.(sy)













