Ads
Pemerintahan

Cantika Wahono Puji Kolaborasi BSMKH dan PEPC yang Sukses Hadirkan Destinasi Petik Anggur Internasional

syailendraachmad51
×

Cantika Wahono Puji Kolaborasi BSMKH dan PEPC yang Sukses Hadirkan Destinasi Petik Anggur Internasional

Sebarkan artikel ini
IMG 20260702 WA0066

 

“Hari ini kita menyaksikan panen anggur di Desa Sendangharjo. Ini menjadi contoh baik bagaimana kolaborasi dan pendampingan yang berkelanjutan mampu membawa BSMKH dikenal hingga tingkat internasional,” ujar Cantika Wahono.

 

Ia berharap keberhasilan Desa Sendangharjo dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Bojonegoro untuk mengembangkan program serupa, terutama dalam pengelolaan sampah dan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

 

Selain sektor pertanian dan lingkungan, semangat pemberdayaan masyarakat juga tumbuh melalui sektor ekonomi kreatif.

 

Salah satu kisah sukses datang dari Afida Batik, UMKM yang dirintis Nur Afida sejak mengikuti program pemberdayaan perempuan yang diinisiasi ExxonMobil pada 2015.

 

Berbekal pelatihan dan semangat berwirausaha, usaha batik tersebut kini berkembang menjadi salah satu pelaku ekonomi kreatif yang konsisten memperkenalkan identitas budaya Bojonegoro melalui beragam motif khas daerah.

 

Nur Afida mengatakan usahanya terus berkembang berkat peningkatan keterampilan, jaringan pemasaran, dan aktivitasnya sebagai pengajar yang turut memperluas relasi usaha.

 

Afida Batik menghadirkan berbagai motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya Bojonegoro, seperti Kayangan Api, daun jati, hingga potensi sumber daya alam lainnya.

 

Motif Kayangan Api menjadi produk unggulan yang paling banyak diminati karena merepresentasikan salah satu ikon wisata Kabupaten Bojonegoro.

 

Meski permintaan batik cenderung meningkat pada momen tertentu, terutama menjelang tahun ajaran baru, usaha tersebut mampu membukukan omzet rata-rata antara Rp15 juta hingga Rp20 juta setiap bulan.

 

Keberhasilan Green House Anggur BSMKH dan Afida Batik menjadi bukti bahwa program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan secara berkelanjutan mampu melahirkan inovasi, memperkuat ekonomi kerakyatan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

 

Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan terus menjadi fondasi pembangunan yang mampu mengoptimalkan potensi lokal, menciptakan lapangan usaha baru, serta mewujudkan Bojonegoro yang semakin maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. (red/pim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *