Terpisah, Suleman Luawo selaku Kepala Sekretariat DPC PDI Perjuangan Bitung ikut angkat bicara. Ia menerangkan perihal pemecatan Habriyanto dan Benno dari keanggotaan partai.
“Mereka sudah dipecat sejak beberapa waktu lalu. Pemecatan dilakukan karena mereka beberapa kali melakukan pelanggaran disiplin. Sudah pernah disanksi tapi masih juga melanggar, makanya dipecat,” katanya.
Suleman pun sejalan dengan pernyataan Fumico terkait aktivitas politik Habriyanto dan Benno. Ia mengingatkan mereka untuk tidak lagi membawa-bawa nama PDI Perjuangan, dan juga melakukan tindakan yang bisa merugikan partai tersebut.
“Kalau kami menemukan indikasi seperti itu, kami tidak segan-segan menempuh jalur hukum. Ini perlu diingatkan supaya sama-sama bisa saling menghargai. Kami menghargai pilihan mereka, tapi mereka juga harus tahu etika,” tegasnya.
Diketahui, baru-baru ini Habriyanto dan Benno telah mendeklarasikan dukungan mereka untuk Pilkada Bitung 2024. Dua mantan wakil rakyat ini menyatakan dukungan untuk pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota yang diusung Partai Gerindra dan koalisinya, Hengky Honandar dan Randito Maringka.
Tak sekedar mendeklarasikan dukungan, Habriyanto dan Benno juga membentuk komunitas sendiri. Mereka membentuk kelompok relawan yang dinamakan Banteng Gemoy.
Habriyanto dan Benno pada Pileg Februari lalu masih tercatat sebagai caleg PDI Perjuangan. Habriyanto bertarung di Dapil II Kecamatan Madidir dan Girian, Benno di Dapil IV Kecamatan Aertembaga dan Pulau Lembeh. Hasilnya, dua kompatriot ini gagal mempertahankan kursi mereka di DPRD Bitung karena peraihan suara yang kecil dibanding caleg lain. Habriyanto hanya meraup 1.020 suara, sementara Benno bahkan jauh lebih kecil karena cuma 186 suara.pungkanya













