“Kita harus memastikan bahwa calon-calon yang terpilih adalah yang terbaik, baik dari segi fisik, mental, maupun intelektual. Mereka akan menjadi prajurit TNI AD yang memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kedaulatan negara dan melindungi masyarakat,” tegas Jenderal Bintang Dua tersebut.
Sekedar diketahui, Sidang pantukhir itu melibatkan tim penilai yang terdiri dari para pejabat Kodam Brawijaya dan Pejabat dari Mabesad yang bertanggung jawab untuk melakukan penilaian secara komprehensif terhadap para calon.
Setiap aspek mulai dari kesehatan, kemampuan fisik, hingga potensi kepemimpinan, menjadi pertimbangan dalam proses seleksi tersebut.
Proses seleksi yang ketat serta transparan itu diharapkan dapat menghasilkan prajurit-prajurit TNI AD yang unggul dan siap menjalankan tugas-tugas negara dengan profesionalisme tinggi. (*)













