BOJONEGORO||TRANSISINEWS-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung selama 1–10 Januari 2026.
Sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Bojonegoro, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
BMKG menyebutkan, seluruh wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki musim hujan, bahkan sebagian daerah diperkirakan berada pada puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2026.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko hujan sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir, angin kencang, hingga hujan es.
BMKG Juanda menjelaskan bahwa peningkatan cuaca ekstrem dipicu oleh beberapa faktor atmosfer, di antaranya aktifnya Monsun Asia, gangguan gelombang atmosfer Low Frequency, aktivitas MJO (Madden Julian Oscillation) yang melintasi Jawa Timur, suhu muka laut Selat Madura yang masih cukup hangat dan kondisi atmosfer lokal yang labil.
Kombinasi faktor tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi memicu hujan lebat dalam durasi cukup lama.
Bahkan, kecepatan angin di sejumlah wilayah Jawa Timur terpantau dapat mencapai 27 knot.
BMKG memasukkan Kabupaten Bojonegoro sebagai salah satu wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.













