Menurut Nurul Azizah, bantuan ini menjadi langkah awal sebelum penyaluran alsintan lainnya kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) di berbagai wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Ia juga mengingatkan bahwa pada tahun 2026 terjadi sejumlah perubahan dalam alokasi anggaran pembangunan.
Pemerintah daerah mendorong optimalisasi penggunaan dana desa untuk mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur di tingkat desa.
Meski demikian, Pemkab Bojonegoro tetap berupaya menjaga keberlanjutan program-program yang berdampak langsung bagi petani dan sektor pertanian.
“Di tengah kondisi efisiensi anggaran, kami tetap berkomitmen memaksimalkan peningkatan hasil pertanian di Kabupaten Bojonegoro. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, kami telah menginstruksikan agar seluruh program yang bersentuhan langsung dengan petani tetap direalisasikan secara maksimal,” tegasnya.
Bantuan alsintan yang disalurkan berasal dari dukungan pemerintah pusat melalui APBN dan diharapkan dapat dimanfaatkan secara bersama-sama oleh kelompok tani maupun pemerintah daerah untuk mempercepat modernisasi pertanian.
Adapun kelompok tani dan gapoktan yang menerima bantuan pada tahap ini antara lain Gapoktan Bina Karya 01 dan Bina Karya II Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu, Poktan Tani Makmur Diporono Desa Kelampok Kecamatan Kapas, Poktan Sumber Mulyo Desa Bubulan, Poktan Tani Mulyo Dua Desa Margomulyo, Poktan Tani Subur Desa Bayemgede Kecamatan Kepohbaru, Poktan Subur Makmur Desa Ngemplak Kecamatan Baureno, serta Poktan Sejahtera Desa Tlatah Kecamatan Purwosari.
Dengan dukungan alsintan modern tersebut, Pemkab Bojonegoro berharap proses budidaya pertanian menjadi lebih efisien, biaya produksi dapat ditekan, dan hasil panen petani semakin meningkat sehingga mampu mendukung ketahanan pangan daerah. (red/pim)













