Pencarian yang dilanjutkan pada Rabu (24/6/2026) pagi akhirnya membuahkan hasil. Setelah melakukan penyisiran intensif, Tim SAR Gabungan berhasil mendeteksi posisi korban.
Pada pukul 10.15 WIB, korban berambut hitam lurus dan mengenakan celana training tersebut ditemukan mengapung dalam keadaan meninggal dunia. Jarak penemuan korban berada sekitar ± 50 meter dari titik awal dilaporkan hilang.
Setelah berhasil dievakuasi dari sungai, jasad remaja malang tersebut langsung diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, untuk proses pemakaman.
Keberhasilan evakuasi ini tidak lepas dari kerja keras puluhan personel gabungan yang bersinergi di lapangan.
Unsur-unsur yang terlibat dalam operasi pencarian ini meliputi: BPBD Bojonegoro & Basarnas, TNI, POLRI, dan Satpol PP, Damkarmat Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Desa (Pemdes) Setempat, Relawan (URC SH, EXSALOS, ORARI, RAPI), Warga sekitar yang turut membantu proses pemantauan.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR di aliran Bengawan Solo Kasiman resmi dinyatakan ditutup.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai terbesar di Pulau Jawa tersebut. (Red)













