Persaudaraan 98 juga mengimbau kelompok-kelompok relawan Pilkada Jakarta untuk satu visi mengawal dan memastikan para kandidat mau bersinergi menjalankan program nasional yang diusung pemerintahan Prabowo-Gibran, salah satunya program Makan Bergizi Gratis.
“Program Makan Bergizi Gratis penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita, khususnya anak usia sekolah,” ucap perempuan yang juga kader Partai Gerindra ini.
Penyediaan lapangan pekerjaan yang luas juga harus dipastikan oleh gubernur Jakarta mendatang, sehingga ekonomi daerah bertumbuh dan kemakmuran warganya terjamin.
Selain itu, belajar dari pengalaman Pilkada Jakarta 2017, unsur politisasi SARA juga harus benar-benar dihindari karena hanya akan merusak iklim hidup bersama sesama anak bangsa.
“Menjadi hal yang biasa, tingginya suhu politik jelang pilkada sering menimbulkan perpecahan di antara sesama, persaudaraan dan hubungan tetangga. Perseteruan kian panas juga dilayangkan melalui media sosial tanpa etika dan norma,” bebernya.
“Jangan jadikan Jakarta panggung politik bagi kepentingan sekelompok orang. Siapa pun gubernur terpilih harus berfokus pada kesejahteraan warga Jakarta,” tambah Elyzabeth. (***)













