TULUNGAGUNG||TRANSISINEWS – Hamparan areal persawahan di Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung tampak lebih hidup dari biasanya.
Di antara barisan para petani yang sibuk menanam bibit padi, terlihat sosok berseragam loreng tegak berdiri di atas lumpur, menyatu tanpa jarak dengan warga, Sabtu (20/06/2026).
Sosok tersebut adalah Serma Agus Prasetiyo, Babinsa Desa Bendiljati Wetan dari Koramil Tipe B 0807/07 Sumbergempol.
Tanpa ragu, ia turun langsung membantu menanam bibit padi di lahan komunal milik anggota Kelompok Tani Karto Nuju Raharjo.
Bagi jajaran TNI AD, program pendampingan pertanian semacam ini bukan lagi sekadar pelaksanaan tugas teritorial di atas kertas, melainkan manifestasi kepedulian nyata dalam mengawal ketahanan pangan nasional dari level akar rumput.
Di tengah dinamika dan kompleksitas tantangan iklim sektor pertanian saat ini, kehadiran Babinsa terbukti efektif menyuntikkan energi positif bagi petani setempat.
Pendampingan intensif yang diperagakan oleh korps baju loreng ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan TNI AD dalam menyukseskan program Swasembada Pangan Nasional.
Pola pengawalan dilakukan secara melekat (inline), mulai dari tahap pengolahan lahan, masa tanam serentak, hingga pengawasan masa panen tiba.
Melalui integrasi fisik di lapangan, Babinsa memposisikan diri sebagai mitra strategis sekaligus motivator agar kelompok tani tetap optimistis dalam mengoptimalkan produktivitas komoditas padi mereka.
“Menanam padi itu bukan sekadar urusan teknis menghasilkan tonase panen, tetapi sejatinya kita sedang menanam harapan dan kedaulatan untuk masa depan ketahanan pangan bangsa,” tegas Serma Agus Prasetiyo di sela-sela aktivitas menanam padi.
Bagi para petani di Desa Bendiljati Wetan, kehadiran personel TNI AD di sawah memicu rasa percaya diri bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam menjaga stabilitas pangan.
Sinergi yang kokoh antara aparat kewilayahan, penyuluh pertanian, dan kelompok tani menjadi fondasi utama dalam menjaga ritme produksi pangan lokal di tingkat desa.
Aksi gotong royong yang tepercik di Sumbergempol ini menegaskan bahwa kemandirian pangan tidak melulu dirancang lewat regulasi dan kebijakan makro, melainkan harus ditopang oleh kerja sama sektoral yang nyata di lapangan.
Melalui langkah sederhana sarat makna ini, Koramil Tipe B 0807/07 Sumbergempol kembali membuktikan bahwa orientasi pengabdian kepada masyarakat tidak mengenal sekat ruang.
Bersama para petani, Babinsa berkomitmen terus mengawal ketersediaan bahan pangan demi masa depan pertanian Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan. (*/red)












