Oleh karena itu, momentum tatap muka ini harus dioptimalkan untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta memperkuat kolaborasi demi kemajuan organisasi.
Sebagai organisasi istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengawal pilar pembangunan keluarga, DWP dituntut untuk konsisten meningkatkan kapasitas anggota, memperkuat solidaritas, serta adaptif terhadap dinamika perkembangan zaman.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DWP Kabupaten Bojonegoro, Emy Edi Susanto, memaparkan bahwa kunjungan studi banding ini didesain tidak hanya untuk mempererat tali persaudaraan, melainkan juga memantapkan jaringan komunikasi formal antar-DWP kabupaten.
“Biasanya kami hanya bertegur sapa dalam agenda resmi di tingkat provinsi. Melalui kunjungan langsung seperti ini, kami memiliki ruang dan waktu yang lebih longgar untuk berdiskusi secara mendalam, bertukar inspirasi, dan menggali ide-ide kreatif yang nantinya dapat kami implementasikan di Kabupaten Bojonegoro,” ungkap Emy Edi Susanto.
Menariknya, sebelum memasuki ruang sarasehan dan diskusi program, rombongan DWP Kabupaten Bojonegoro terlebih dahulu turun ke lapangan untuk melaksanakan aksi bakti sosial.
Mereka menyalurkan sejumlah santunan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Blitar sebagai bentuk kepedulian sosial organisasi.
Emy menilai, rupa-rupa inovasi dan praktik baik (good practice) yang telah sukses diterapkan oleh DWP Kabupaten Blitar dapat menjadi referensi berharga bagi DWP Bojonegoro dalam merumuskan program kerja ke depan agar lebih tepat sasaran.
“Kami berharap melalui pertemuan ini akan lahir berbagai inspirasi, inovasi, dan semangat baru untuk menaikkan kelas program kerja serta pemberdayaan anggota. Dengan pondasi organisasi yang sehat dan berdaya, kami optimistis mampu memberikan kontribusi yang jauh lebih besar dalam mendukung suksesi pembangunan daerah,” pungkasnya. (*/red)













