“Agama harus hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan bangsa. ASN Kemenag harus bertransformasi menjadi pribadi yang lincah dan adaptif di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity),” tegasnya.
Terkait perkembangan teknologi, ASN Kemenag didorong untuk menguasai Artificial Intelligence (AI) guna menyebarkan konten keagamaan yang moderat, menyejukkan, dan mencerahkan, sehingga teknologi menjadi alat pemersatu bangsa.
Menutup arahannya, Nurul Azizah menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen penuh untuk terus berkolaborasi dengan Kemenag, khususnya dalam menangani isu sosial di akar rumput sebagai berikut Penekanan angka pernikahan dini, Pembangunan ketahanan keluarga (Keluarga Sakinah), dan Pencegahan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkotika.
Momentum HAB ke-80 ini diharapkan menjadi titik balik bagi seluruh instansi terkait untuk memperkuat pengabdian demi terwujudnya masyarakat Bojonegoro yang lebih maju, damai, dan bermartabat.(red/pim)













