Ads
RagamRegional

Peringatan Asyuro 1448 di Sampang: Refleksi Jiwa dan Penguatan Iman

syailendraachmad51
×

Peringatan Asyuro 1448 di Sampang: Refleksi Jiwa dan Penguatan Iman

Sebarkan artikel ini
IMG 20260712 WA0008

SAMPANG||TRANSISINEWS – Peringatan Hari Asyuro 1448 Hijriyah / 2026 Mukadimah digelar rutin setiap tahun di Padepokan Agung Jam’iyatut Taqwa Ilalloh, Desa Aeng Sareh, Sampang, Madura, kembali menjadi momentum spiritual penuh makna pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Tahun ini, perayaan yang bertepatan dengan tanggal 27 kalender Hijriyyah mengusung tema mendalam, “Menata Hati Bersihkan Jiwa,” sebagai ajakan kuat untuk membersihkan batin dan memperkuat hubungan immat manusia dengan Sang Pencipta.

Hari Asyuro, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Islam, memiliki makna historis dan spiritual yang sangat penting.

Selain dikenal sebagai hari kemenangan para nabi dan utusan Allah SWT, Asyuro juga menjadi simbol perjuangan melawan hawa nafsu dan godaan duniawi yang dapat mengikis keimanan.

Dalam taushiyahnya, Ustadz Abdul Hamid Abul Amzar BA menegaskan bahwa peringatan Asyuro bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum refleksi diri yang mendalam.

“Sebagai umat manusia, kita harus menata dan menjaga hati dari segala hal yang dapat merusak hubungan kita dengan sesama dan terutama dengan Sang Pencipta. Hati yang bersih adalah kunci utama untuk mencapai kedamaian jiwa dan keberkahan hidup,” ujarnya penuh hikmah.

Ustadz Abdul Hamid menjelaskan tentang Hikmah dan Nilai Spiritual Bulan Asyuro, bahwa bulan Asyuro mengandung hikmah besar yang berakar dari penciptaan bumi dan perjalanan panjang umat manusia dalam menapaki jalan kebenaran.

“Bulan ini adalah bulan mulia yang sarat dengan nilai-nilai kebaikan yang harus kita peringati dan hayati. Kemenangan yang dirayakan pada hari Asyuro bukan hanya kemenangan fisik para nabi, tetapi kemenangan spiritual melawan hawa nafsu dalam diri kita,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa perang terbesar yang harus dimenangkan setiap individu adalah perang melawan hawa nafsu.

“Kita semua dipanggil untuk berperang melawan godaan duniawi yang dapat menjauhkan kita dari jalan Allah. Dengan menata hati dan membersihkan jiwa, kita bisa menjadi hamba yang lebih baik dan lebih dekat dengan Sang Pencipta,” tegas Ustadz Abdul Hamid.

Peringatan Asyuro di Padepokan Agung Jam’iyatut Taqwa Ilalloh tidak hanya diisi dengan ceramah dan doa bersama, tetapi juga berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Acara ini menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan hati dan jiwa dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut. Ia berharap berkaitan dengan. Tema “Menata Hati Bersihkan Jiwa” yang diangkat dalam peringatan tahun ini menjadi pesan kuat bagi seluruh peserta untuk melakukan introspeksi dan pembaharuan diri.

Di tengah dunia yang penuh tantangan dan godaan, menjaga hati tetap bersih dan jiwa tetap tenang adalah fondasi utama untuk menjalani kehidupan yang bermakna dan penuh berkah.

Dengan semangat Asyuro, masyarakat Sampang diajak untuk terus memperkuat iman, memperbaiki diri, dan menebar kedamaian dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga peringatan ini menjadi titik awal perubahan positif bagi setiap insan yang hadir.(tss)