Selain infrastruktur jalan, Pemkab juga mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi Masjid Jami’ Darussalam Bojonegoro sebesar Rp7,852 miliar.
Upaya mitigasi bencana turut menjadi poin penting dengan pembangunan pelindung tebing sungai di Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, serta Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman.
Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa proyek-proyek ini memiliki kompleksitas tinggi dan nilai anggaran besar, sehingga memerlukan pengawasan khusus dari APIP, UKPBJ, hingga KPK.
Hal ini dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD dan RKPD.
Guna memastikan manfaat fisik dapat segera dirasakan warga tepat waktu, Bupati mengimbau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan percepatan proses administrasi.
Pemkab Bojonegoro optimis bahwa pemerataan pembangunan di berbagai sektor ini akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih signifikan.(red)













