MADIUN||TRANSISINEWS – Program pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) terus memberikan dampak positif bagi mobilitas dan ekonomi masyarakat di Madiun Raya.
Kehadiran jembatan-jembatan ini menjadi solusi vital dalam mengatasi keterbatasan aksesibilitas di berbagai pelosok desa.
Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dan TNI dalam membantu kesulitan rakyat.
Setelah sukses di beberapa titik, pembangunan dipastikan akan berlanjut ke Tahap III untuk menjangkau lokasi-lokasi strategis lainnya.
“Program ini adalah bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu aksesibilitas masyarakat guna mendukung aktivitas sehari-hari. Kami telah meninjau beberapa titik sasaran baru untuk memastikan pembangunan tahap selanjutnya tepat sasaran,” ujar Kolonel Untoro, Jumat (27/03/2026).
Sejumlah desa yang telah merasakan manfaat pembangunan ini melaporkan peningkatan efisiensi aktivitas warga.
Di Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, jembatan ini menjadi urat nadi pengangkutan hasil pertanian dan akses pendidikan.
Kades Bendosewu, Isnari, menyampaikan bahwa mobilitas warga kini jauh lebih mudah dan aman dibandingkan sebelumnya.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Trenggalek. Jembatan sepanjang 38 meter di Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, berhasil menghubungkan tiga desa sekaligus, yakni Prigi, Margomulyo, dan Karanggandu.
Kehadiran jembatan ini memotong jarak tempuh warga yang sebelumnya harus memutar jauh untuk bekerja dan sekolah.
Sementara di Kabupaten Nganjuk, warga Desa Bagorwetan, Kecamatan Sukomoro, kini memiliki akses layak menuju Desa Puhkerep, Kecamatan Rejoso.
Sebelumnya, warga terpaksa menggunakan jembatan lama yang kondisinya memprihatinkan dan tidak layak pakai.
Kolonel Arm Untoro Hariyanto menambahkan, jajaran Korem 081/DSJ saat ini tengah melakukan pemetaan ulang untuk menetapkan titik sasaran baru pada pembangunan tahap berikutnya.
Hal ini dilakukan karena beberapa lokasi hasil peninjauan awal dianggap kurang memenuhi persyaratan teknis.
Diharapkan dengan akses yang semakin terbuka, konektivitas antarwilayah di jajaran Korem 081/DSJ akan semakin mantap.
Hal tersebut diharapkan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kelancaran distribusi logistik, layanan kesehatan, dan kegiatan sosial.(red)













