Lebih menyedihkan lagi, kata Sholihin, anak-anak sekolah kerap menjadi korban kerusakan jalan tersebut.
“Tidak sedikit anak sekolah yang jatuh karena lubang jalan. Baju mereka basah, kotor, bahkan ada yang luka,” ungkapnya.
Warga menilai pembiaran jalan rusak ini sebagai bentuk lemahnya respon pemerintah dan dinas terkait.
Mereka mendesak agar pembangunan segera dilakukan tanpa alasan yang berlarut-larut.
Selain sebagai jalur wisata, jalan poros Karanganyar–Sowmil juga menjadi akses vital bagi warga Umbul Kalong yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
Banyak warga mengelola tambak udang, nila, dan bandeng. Saat musim panen, distribusi hasil tambak menjadi terhambat akibat buruknya kondisi jalan.
“Kalau panen, tengkulak sering mengeluh. Jalan rusak jadi alasan harga ditekan karena akses keluar sangat sulit,” keluhnya.
Masyarakat berharap pemerintah desa dan juga pemerintah daerah serta dinas terkait tidak lagi menutup mata.
Perbaikan jalan dinilai mendesak demi keselamatan, kelancaran ekonomi warga, serta mendukung potensi wisata Pantai Sowmil yang selama ini terhambat akibat infrastruktur yang terbengkalai.(her)













