BONDOWOSO||TRANSISINEWS– Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., melakukan peninjauan langsung terhadap perkembangan proyek pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP) serta Jembatan Perintis Garuda di wilayah teritorial Kodim 0822/Bondowoso pada Selasa (02/06/2026).
Agenda peninjauan yang diikuti oleh sekitar 50 personel ini dikomandani langsung oleh Pangdam V/Brawijaya, dengan Dandim 0822/Bondowoso Letkol Inf Prawito bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan di lapangan.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari komitmen makro Kodam V/Brawijaya untuk memastikan kelancaran pembangunan fasilitas pertahanan strategis yang juga berdampak langsung pada penguatan ketahanan wilayah dan akselerasi kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.
Titik pertama yang disambangi rombongan adalah lokasi bakal markas Yonif TP di Dusun Pondok Jeruk, Desa Sukerjo, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso.
Kedatangan jajaran pimpinan Kodam ini disambut hangat oleh jajaran Forkopimda Bondowoso, unsur TNI-Polri, Perhutani, perwakilan Pemkab, serta para tokoh masyarakat setempat.
Di lokasi tersebut, Dandim 0822/Bondowoso Letkol Inf Prawito memaparkan secara detail mengenai siteplan, koordinat titik, hingga kemajuan pengerjaan fisik Batalyon Teritorial Pembangunan yang digadang-gadang menjadi basis pertahanan baru di Bondowoso.
Mayjen TNI Rudy Saladin menguraikan bahwa proyek Yonif TP di Bondowoso merupakan bagian dari agenda nasional pembangunan 17 YTP Tahap IV, di mana sembilan titik di antaranya ditempatkan di wilayah hukum Jawa Timur.
Secara pemetaan geospasial, area yang dipilih dinilai sangat ideal dan memiliki nilai strategis tinggi untuk memicu pertumbuhan ekonomi desa-desa di sekitarnya.
”Terkait kesiapan pasukan, saat ini telah disiapkan sekitar 600 personel Yonif TP. Penempatan para prajurit ini nantinya diproyeksikan membawa dampak berantai bagi roda ekonomi lokal, mulai dari geliat UMKM hingga terciptanya peluang lapangan kerja baru bagi penduduk setempat,” jelas Pangdam V/Brawijaya.
Jenderal bintang dua ini juga memberikan instruksi tegas terkait pentingnya percepatan pengerjaan sarana inti, seperti barak prajurit, jaringan instalasi air bersih, sektor dapur umum, hingga hunian PVC agar dapat segera dioperasikan.
Pangdam meminta pihak kontraktor pelaksana memaksimalkan potensi sumber daya yang ada agar target penyelesaian bisa dipenuhi tepat waktu.













