Di sisi lain, respons positif datang dari perwakilan warga setempat yang merasakan dampak langsung transformasi infrastruktur tersebut.
Sumiati, salah seorang warga Desa Banjarejo, menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran pemerintah daerah karena akses transportasi publik saat ini jauh lebih memadai dan terhubung langsung ke wilayah tetangga secara efisien.
“Saya mewakili warga Banjarejo matur nuwun sanget kepada Bapak Bupati Setyo Wahono dan Pemkab Bojonegoro. Dulu kalau panen jalan rusak, sekarang enak. Anak-anak sekolah juga jalannya sudah paving, tidak becek lagi,” ungkap Sumiati.
Senada dengan hal tersebut, Sumadi, seorang petani setempat, juga mengakui bahwa keberadaan jalan cor beton ini sangat mempermudah mobilitas harian para petani dalam mendistribusikan pupuk menuju lahan pertanian yang berada di area ujung desa.
Warga berharap program stimulus fiskal tingkat desa ini dapat terus dipertahankan pada tahun anggaran berikutnya.
Sebelumnya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono secara terpisah menegaskan bahwa program BKKD dirancang sebagai instrumen strategis untuk mempercepat reduksi kesenjangan pembangunan antarwilayah.
Pihak eksekutif menginstruksikan seluruh jajaran kepala desa untuk menjaga akuntabilitas dan memastikan pemanfaatan anggaran dialokasikan pada sektor-sektor produktif.
“BKKD kita arahkan untuk hal yang langsung dirasakan warga: infrastruktur, air bersih, dan ekonomi. Jangan untuk yang seremonial. Saya minta kades transparan dan tepat sasaran,” tegas Bupati Setyo Wahono.(sy/*)













