Ads
Pemerintahan

Kucurkan Rp1,6 Miliar, Pemdes Banjarejo Bojonegoro Genjot Proyek Cor Beton di Dua Dusun

syailendraachmad51
×

Kucurkan Rp1,6 Miliar, Pemdes Banjarejo Bojonegoro Genjot Proyek Cor Beton di Dua Dusun

Sebarkan artikel ini
IMG 20260708 WA0193

​BOJONEGORO||TRANSISINEWS– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus menggenjot pemerataan infrastruktur di tingkat pedesaan melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD).

Dari total 430 desa penerima manfaat, Desa Banjarejo di Kecamatan Sumberrejo menjadi salah satu wilayah yang merealisasikan anggaran tersebut untuk pembangunan jalan poros desa berbasis cor beton guna mendongkrak konektivitas antardesa dan sektor pertanian lokal.

​Kepala Desa Banjarejo, Moch. Sahroni, menjelaskan bahwa pada realisasi anggaran BKKD, pihak pemerintah desa memfokuskan alokasi dana sebesar Rp1,6 miliar untuk menyasar infrastruktur jalan yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat.

Anggaran tersebut dibagi secara proporsional untuk membiayai proyek fisik di dua titik lokasi strategis yang selama ini mengalami kerusakan cukup parah.

​“Titik pertama di Dusun Gampeng-Banjar dengan panjang 700 meter. Titik kedua di Dusun Donglo sepanjang 100 meter. Totalnya 800 meter dengan lebar 4 meter,” jelas Moch. Sahroni saat dikonfirmasi di Balai Desa Banjarejo pada Selasa (7/7/2026).

Ia menambahkan, dengan dimensi jalan baru yang diperlebar menjadi 4 meter tersebut, kendaraan roda empat maupun mesin pemanen kombinasi (kombi) kini dapat melintas berpapasan dengan lancar, sekaligus mengeliminasi kendala debu dan jalan becek yang kerap dikeluhkan warga saat pergantian musim.

​Selain intervensi jalan beton, Kades Sahroni memaparkan adanya program sarana air bersih dari Dinas PU Cipta Karya yang telah aktif beroperasi di empat titik toren di kawasannya.

Kendati demikian, guna mengantisipasi krisis air pada musim kemarau, pihaknya kini tengah mengusulkan tambahan fasilitas toren serta mendesak pemkab untuk mengucurkan bantuan Jalan Usaha Tani (JUT) di sektor area persawahan Linggo dan Donglo demi memotong biaya operasional angkut pupuk serta hasil panen warga yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *