Penulis: Ahmad Suyono
EDUKATIF||TRANSISINEWS-Di tengah hiruk pikuk dunia yang terus bergerak cepat, kita sering kali melupakan bahwa keberkahan dapat hadir dalam bentuk yang sederhana, seperti waluh.
Kisah Nabi Yunus AS yang dilemparkan ke daratan dalam keadaan lemah setelah berada di dalam perut ikan besar merupakan contoh nyata bagaimana Allah menunjukkan kasih sayang-Nya. Allah menumbuhkan pohon waluh sebagai naungan dan sumber gizi bagi Nabi Yunus AS, memulihkan tubuhnya yang lemah (QS As-Saffat: 145–146).
Kisah ini mengingatkan kita akan pentingnya mensyukuri nikmat yang ada, betapapun sederhananya. Begitu pula dengan Rasulullah SAW, yang hidup dalam kesederhanaan namun penuh hikmah.
Dalam sebuah jamuan, beliau mencari-cari potongan waluh di antara hidangan, menunjukkan bahwa makanan penuh berkah bukan harus mahal, tapi menyehatkan dan dicintai oleh jiwa yang bersih (HR. Bukhari).
Waluh bukan hanya sekadar sayuran yang lezat dan bergizi, tetapi juga simbol kesederhanaan dan keberkahan. Ketika kita menikmati waluh, kita diingatkan untuk mensyukuri nikmat yang ada dan menghargai kesederhanaan.













