“Koordinasi yang solid dan komunikasi yang searah di lapangan menjadi kunci utama untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, sekaligus menjaga ketertiban umum agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” ungkap Sudiyono di sela pemantauan.
Sistem pengamanan preventif yang disiagakan tidak hanya berfokus pada kelancaran alur prosesi pengesahan di dalam gedung, melainkan juga menyisir jalur-jalur kepulangan peserta guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi maupun pengguna jalan.
Kehadiran Sudiyono di tengah-tengah barisan pengamanan ini mencerminkan komitmen kuat DPRD Kabupaten Bojonegoro dalam mengawal kondusifitas daerah.
Dukungan moril terhadap kegiatan kemasyarakatan yang berbasis massa besar merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat harmoni sosial di Bumi Angling Dharma.
”Kami berharap momentum pengesahan warga baru PSHT ini tidak hanya sekadar menjadi seremonial organisasi semata. Lebih dari itu, harus mampu menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antar-sesama, meningkatkan kedisiplinan individu, serta mengimplementasikan nilai-nilai luhur budi pekerti di tengah kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang berjalan dinamis dan terukur ini, pelaksanaan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026 di Kabupaten Bojonegoro sukses berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh semua unsur pembina keamanan menjadi bukti konkret bahwa ketenteraman wilayah merupakan tanggung jawab kolektif demi terwujudnya tatanan sosial yang harmonis. (red/*)













