”Pendampingan ini sengaja difungsikan sebagai wadah komunikasi dua arah antara Bhabinkamtibmas dan kelompok tani. Melalui ruang ini, mereka bisa memetakan kondisi riil tanaman, termasuk mencari solusi atas ancaman hama maupun gulma yang dapat merusak potensi hasil panen,” jelas AKP Wendi.
Perwira dengan tiga balok emas di pundak ini menambahkan, kehadiran personel Bhabinkamtibmas di sektor agraria merupakan wujud nyata dari pelayanan prima kepolisian bagi masyarakat, khususnya dalam mengawal sektor vital yang berkaitan langsung dengan ketersediaan pangan publik.
”Ketahanan pangan yang kokoh itu bermula dari pengelolaan lahan yang intensif dan adanya dukungan moril bagi petaninya. Oleh sebab itu, kehadiran anggota kami di tengah masa tanam diharapkan bisa membawa manfaat instan sekaligus memotivasi petani agar produktivitasnya terus terjaga,” imbuh AKP Wendi.
Di samping misi memperkuat ketahanan pangan regional, kegiatan sambang sawah ini terbukti ampuh dalam mempererat tali silaturahmi dan kedekatan emosional antara aparat kepolisian dan warga binaan.
Melalui pola komunikasi yang harmonis ini, segala bentuk kendala sosial maupun ekonomi yang dialami warga pedesaan dapat dideteksi sejak dini untuk dicarikan jalan keluar bersama.(red/*)













