Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Trenggalek. Jembatan sepanjang 38 meter di Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, berhasil menghubungkan tiga desa sekaligus, yakni Prigi, Margomulyo, dan Karanggandu.
Kehadiran jembatan ini memotong jarak tempuh warga yang sebelumnya harus memutar jauh untuk bekerja dan sekolah.
Sementara di Kabupaten Nganjuk, warga Desa Bagorwetan, Kecamatan Sukomoro, kini memiliki akses layak menuju Desa Puhkerep, Kecamatan Rejoso.
Sebelumnya, warga terpaksa menggunakan jembatan lama yang kondisinya memprihatinkan dan tidak layak pakai.
Kolonel Arm Untoro Hariyanto menambahkan, jajaran Korem 081/DSJ saat ini tengah melakukan pemetaan ulang untuk menetapkan titik sasaran baru pada pembangunan tahap berikutnya.
Hal ini dilakukan karena beberapa lokasi hasil peninjauan awal dianggap kurang memenuhi persyaratan teknis.
Diharapkan dengan akses yang semakin terbuka, konektivitas antarwilayah di jajaran Korem 081/DSJ akan semakin mantap.
Hal tersebut diharapkan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kelancaran distribusi logistik, layanan kesehatan, dan kegiatan sosial.(red)













