BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348 dimeriahkan dengan Gebyar Budaya yang digelar oleh Yayasan Sosial Gandul Roso di bawah kepemimpinan H. Lamidi Djimat, S.H., bertempat di Dusun Ngaglik, Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, pada Sabtu (15/11).
Acara ini dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, H. Sutikno, S.Pd.I, M.AP, yang tidak hanya memberikan dukungan, tetapi juga mengapresiasi upaya pelestarian budaya lokal.
Dengan tema “Uri-uri Budaya, Hidupkan UMKM”, acara ini menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya tradisional yang memukau, seperti Reog, jaranan, tarian tradisional, dan pagelaran wayang kulit.
Masyarakat sangat antusias menyambut acara ini, yang menunjukkan bahwa tradisi Bojonegoro tetap hidup dan berkembang di tengah modernisasi.
Dalam kesempatan tersebut, H. Sutikno menyampaikan, sangat mendukung gebyar budaya yang menjadi rangkaian kegiatan HJB ke-348 yang dilaksanakan di Kecamatan Kedungadem.
Lebih lanjut ini merupakan komitmen Pemkab Bojonegoro dalam menjaga kelestarian budaya lokal.
“Ini merupakan bagian dari kebijakan Pemkab Bojonegoro untuk uri-uri budaya agar tidak punah di era digitalisasi, sekaligus mampu menghidupkan UMKM lokal,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di berbagai kecamatan sebagai upaya memperkuat identitas budaya Bojonegoro sekaligus menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Dengan semangat kebersamaan, mari kita lestarikan budaya kita!,” tegasnya.
Acara ini juga dihadiri oleh masyarakat dari berbagai kalangan, yang datang untuk menyaksikan dan menikmati pertunjukan seni dan budaya tradisional.
Kegiatan ini merupakan salah satu contoh nyata komitmen Pemkab Bojonegoro dalam melestarikan budaya lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Dengan adanya acara seperti ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya dan tradisi lokal.(sy)













