Ads
Pemerintahan

Hadir di Pelatihan SIBAT, Wabup Bojonegoro Tekankan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat

syailendraachmad51
×

Hadir di Pelatihan SIBAT, Wabup Bojonegoro Tekankan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat

Sebarkan artikel ini
GrH00g96g8lTmp1e

BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Langkah strategis memperkuat sistem pelayanan kebencanaan berbasis masyarakat terus dimatangkan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo. Salah satunya melalui Pelatihan Pemetaan Risiko Bencana yang digelar oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro bekerja sama dengan Australia Red Cross.

​Kegiatan yang dilaksanakan di Aula UDD PMI Kabupaten Bojonegoro pada Minggu (12/7/2026) ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah. Program pelatihan ini menjadi bagian dari inisiatif SIAP SIAGA guna meningkatkan kapasitas relawan lokal dalam menghadapi potensi bencana.

​Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nurul Azizah mengapresiasi kolaborasi lintas negara tersebut. Ia menegaskan bahwa tingkat kewaspadaan, kesiapsiagaan, serta keterlibatan aktif dari seluruh komponen masyarakat merupakan kunci utama dalam meminimalisir dampak dan risiko bencana di lapangan.

​”Saya menyambut baik pelatihan dan program SIAP SIAGA ini. Ini langkah strategis untuk membantu memaksimalkan tugas pemerintah dalam mengantisipasi timbulnya bencana maupun mengurangi risiko akibat dari datangnya sebuah bencana,” ujar Nurul Azizah.

​Wabup juga menaruh harapan besar kepada para anggota Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) yang menjadi peserta pelatihan. Ilmu pemetaan risiko yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat segera diimplementasikan guna menyokong peran pemerintah, khususnya di level desa, dalam melakukan mitigasi kebencanaan secara mandiri.

​Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, menjelaskan bahwa SIBAT merupakan pilar relawan terdepan PMI yang bersentuhan langsung dengan penanggulangan dan penanganan dampak bencana di tingkat akar rumput.

​Melalui pembekalan intensif ini, para relawan diharapkan mampu memetakan potensi kerawanan secara presisi di wilayah masing-masing. “Semoga dengan pelatihan ini, nantinya seluruh peserta bisa mengimplementasikannya di masyarakat, khususnya di Desa Sumbang Timun dan Desa Mulyorejo,” pungkas Ninik.(sy/*)

error: Content is protected !!