Ads
Pemerintahan

Gerak Cepat Dinas PU SDA: Penanganan Darurat Longsor Sambiroto Rampung dalam Sepekan

syailendraachmad51
×

Gerak Cepat Dinas PU SDA: Penanganan Darurat Longsor Sambiroto Rampung dalam Sepekan

Sebarkan artikel ini
OwAA11oOXIfhHAJr

BOJONEGORO||TRANSISINEWS– Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) memastikan penanganan darurat longsor di bantaran Sungai Loro, Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, telah rampung 100 persen.

Proyek tanggap darurat yang dilakukan secara terpadu ini berhasil diselesaikan dalam kurun waktu singkat, yakni enam hari terhitung sejak 13 hingga 18 Februari 2026.

​Kegiatan ini difokuskan pada pemulihan fungsi sungai dan pengamanan akses warga yang terdampak signifikan oleh pergerakan tanah.

Mengingat medan yang menantang, satu unit alat berat jenis excavator long-arm dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi material dan penataan tebing.

​Selama masa tanggap darurat, tim di lapangan melaksanakan sejumlah langkah krusial guna mengunci struktur tanah.

Tahapan tersebut meliputi pembersihan sisa longsoran, normalisasi saluran, penguatan tebing darurat dengan pemasangan cerucuk dan sesek (anyaman bambu), hingga pemulihan akses jalan.

​Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro, Helmy Elisabeth, menyatakan bahwa keberhasilan penanganan ini merupakan buah dari sinergi yang solid antara pemerintah daerah, pusat, dan masyarakat.

​”Kami bergerak cepat segera setelah laporan masuk karena lokasi ini memiliki urgensi tinggi bagi warga. Penanganan dilakukan secara kolaboratif bersama BBWS Bengawan Solo melalui PPK OP IV, Pemerintah Desa Sambiroto, unsur kebencanaan, serta dibantu gotong royong warga,” ujar Helmy Elisabeth.

​Helmy menambahkan bahwa langkah ini bersifat penanganan dini untuk meminimalisir risiko kerusakan yang lebih masif.

Fokus utama dinas adalah memastikan aspek keamanan (safety) dan fungsionalitas infrastruktur sungai kembali normal.

​”Saat ini aliran air kembali lancar dan tebing sudah kita kunci sementara dengan cerucuk bambu. Kami tetap menghimbau masyarakat untuk waspada dan proaktif melaporkan jika terjadi pergerakan tanah susulan, terutama saat intensitas hujan tinggi,” tegasnya.

​Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen untuk terus memantau titik-titik rawan longsor di sepanjang aliran sungai guna menjamin keamanan infrastruktur serta keselamatan warga yang bermukim di bantaran sungai.(red)