BOJONEGORO||TRANSISINEWS– Pendar terang cahaya lampu panggung di Alun-Alun Bojonegoro menghadirkan atmosfer yang magis dan berbeda pada malam kedua gelaran Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026, Kamis (18/6/2026) malam.
Ribuan pasang mata penonton terpaku tanpa berkedip menyaksikan parade kompetisi Fashion Show Batik Evening Gown yang sukses mentransformasikan kain tradisional menjadi adibusana malam yang hidup, glamor, dan memukau.
Malam itu, panggung catwalk sepanjang puluhan meter seolah berubah menjadi lembaran cerita berjalan.
Satu per satu model dan perwakilan peserta melangkah dengan anggun, memamerkan gaun-gaun malam berbahan dasar batik lokal dengan potongan desain yang sangat elegan, berani, dan modern.
Guratan corak khas batik berpadu apik dengan visi kreatif para desainer nasional, melahirkan harmoni estetis antara orisinalitas warisan budaya dan tren mode (fashion) global terkini.
Tidak sekadar menjadi tontonan hiburan, peragaan busana kelas berat ini menjadi ruang apresiasi dan panggung unjuk gigi bagi para desainer serta perajin lokal untuk meledakkan potensi kekayaan wastra Nusantara ke radar publik yang lebih luas.
Guna menjaga objektivitas dan kualitas kompetisi, deretan juri ternama di industri mode sengaja dihadirkan.
Di antaranya adalah pesohor sekaligus Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin, desainer Imam Mustafa, pengamat fesyen Rezawu, serta Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono.
Kehadiran juri-juri kompeten ini sukses menaikkan tensi persaingan pada salah satu agenda signature dalam rangkaian BWBF tahun ini.
Suasana malam di jantung kota Bumi Angling Dharma kian hidup kala para model mampu menginterpretasikan karakter, filosofi deep-meaning, serta sejarah di balik setiap helai motif rancangan yang mereka kenakan.
Selaras dengan tema besar yang diusung, yakni “Wastrane Bojonegoro Membumi lan Ngamboro ing Bawono” (Pakaian Khas Bojonegoro Membumi dan Mendunia), festival yang digebrak dari tanggal 17 hingga 20 Juni 2026 ini menjadi bukti konkret komitmen Pemkab Bojonegoro dalam menjaga eksistensi budaya sekaligus memicu lompatan ekonomi kreatif berbasis industri wastra.
”Batik bukan lagi kain kaku yang hanya dipakai untuk upacara adat. Di panggung ini, kita melihat masa depan batik Bojonegoro yang siap melompat ke pasar internasional lewat gaun-gaun malam yang sangat modis,” ujar salah satu tim panitia di sela acara.
Setelah melalui proses kurasi dan penilaian yang super ketat dari para dewan juri terkait aspek kreativitas desain, keserasian motif, cara pembawaan (catwalk), hingga kekuatan filosofi busana, berikut adalah daftar lengkap pemenang Fashion Show Batik Evening Gown BWBF 2026:
Juara I : PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12
Juara II : Kabupaten Banyuwangi
Juara III : Kabupaten Bojonegoro 1
Juara Harapan I : Kota Kediri
Juara Harapan II : Kabupaten Ngawi
Juara Harapan III : Kabupaten Tuban 1
Selamat kepada para pemenang dan desainer yang telah berhasil melahirkan karya seni adiluhung, membuktikan bahwa pesona batik nusantara tak akan pernah pudar digerus zaman. (red)












