Dalam pelaksanaannya, Disdagkop UM menggandeng berbagai elemen, mulai dari Wirausaha Muda Bojonegoro, asosiasi UMKM, hingga organisasi perempuan seperti PKK, GOW, dan DWP.
Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat jejaring usaha lokal serta memperluas partisipasi masyarakat.
Penataan khusus juga dilakukan bagi para pedagang yang biasanya berjualan di kawasan Alun-Alun Bojonegoro.
Para pedagang diarahkan untuk menempati tenda di Jalan Pasar agar suasana bazar lebih tertib, terorganisir, dan nyaman bagi pengunjung yang ingin berburu menu berbuka puasa.
Berbagai jenis produk mulai dari makanan ringan, minuman segar, hingga kerajinan khas daerah diprediksi akan meramaikan stan yang tersedia.
Masyarakat diajak untuk turut menyukseskan acara ini sebagai wujud dukungan nyata terhadap produk-produk asli Bojonegoro.
Melalui Bazar Ramadhan UMKM Bahagia ini, Pemkab Bojonegoro optimis perputaran ekonomi di tingkat bawah akan meningkat secara signifikan selama bulan suci.
Selain membantu permodalan melalui pemasaran, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang interaksi sosial yang positif bagi warga Bojonegoro.(red)













