”Air yang lancar berarti panen yang stabil. Kami ingin memastikan distribusi air kini lebih merata untuk meminimalisir risiko gagal panen,” ujar Helmy.
Pembangunan masif ini membawa sejumlah dampak positif yang signifikan bagi sektor pertanian lokal.
Selain menjamin ketersediaan air sepanjang musim, infrastruktur yang lebih baik memungkinkan petani meningkatkan frekuensi tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.
Selain itu, efisiensi biaya produksi menjadi keuntungan tambahan bagi masyarakat. Petani tidak perlu lagi bergantung pada penggunaan pompa air manual atau sistem irigasi darurat yang berbiaya mahal.
Secara makro, suplai air yang lancar ini memperkokoh posisi Bojonegoro dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
Dinas PU SDA menegaskan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang untuk ekonomi perdesaan.
Dengan jaringan irigasi yang lebih baik, kesejahteraan petani diharapkan meningkat seiring dengan kenaikan volume dan kualitas hasil panen.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan secara terukur dan merata.
Kolaborasi lintas sektor dipandang menjadi kunci agar Bojonegoro tetap menjadi lumbung pangan yang tangguh di masa depan.(red)













