BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro terus berkomitmen mendukung pemasaran hasil usaha para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tergabung dalam Program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri).
Salah satu langkah konkret yang konsisten dijalankan adalah memfasilitasi kegiatan penjualan telur segar setiap hari Jumat pagi di halaman Kantor Disnakkan Bojonegoro hingga pukul 09.00 WIB.
Melalui pasar jumat ini, masyarakat umum dapat membeli telur berkualitas tinggi secara langsung dari para peternak lokal. Selain membuka lapak di halaman kantor dinas, para KPM juga dibantu untuk memperluas jangkauan pasar dengan menyuplai kebutuhan telur ke berbagai instansi pemerintah dan pelaku usaha swasta.
Salah satu KPM Program GAYATRI asal Kelurahan Ledok, Kecamatan Bojonegoro, Siti Nur Hayati, mengakui peran besar Disnakkan dalam membantu keberlangsungan usahanya. Pemasaran yang terstruktur dinilai sangat membantu menjaga perputaran modal para peternak mandiri.
”Kami sangat terbantu difasilitasi oleh Disnakkan, mulai dari jualan langsung di halaman kantor setiap Jumat, sampai dibantu dikoneksikan ke dinas-dinas lain. Beberapa waktu lalu kami mengirim pasokan telur ke Dinas Kominfo, Dinas Perhubungan, Bagian Umum, Bagian Perekonomian, RSUD, hingga ke beberapa pengusaha jasa katering,” ungkap Siti.
Siti menjelaskan, telur berkualitas dari Program GAYATRI ini dijual dengan harga Rp27.000 per kilogram. Setiap pekannya, jumlah telur yang ia bawa ke halaman kantor Disnakkan berkisar antara 30 hingga 60 kilogram, bahkan sempat menyentuh angka 75 kilogram pada awal program berjalan. Volume penjualan di lapak dinas kini disesuaikan karena sebagian besar stok telur sudah rutin dikirim langsung ke kantor-kantor pemerintahan secara terjadwal.
Kendati pasar sudah mulai terbentuk, Siti berharap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ke depan dapat memberikan dukungan tambahan berupa subsidi pakan ternak. Pasalnya, tren harga pakan yang terus naik di pasaran menjadi tantangan tersendiri bagi peternak untuk menjaga margin keuntungan tanpa harus menaikkan harga jual ke konsumen.
”Harapan kami ada bantuan subsidi pakan karena harga pakan saat ini naik. Kami berupaya mempertahankan harga jual telur di angka Rp27.000 per kilogram dengan kualitas prima yang bisa dilihat langsung dari warna cangkangnya yang merah pekat. Kualitas ini sangat kami jaga dibanding telur biasa yang cangkangnya cenderung putih,” pungkasnya.(sy/*)













