BOJONEGORO||TRANSISINEWS– Proyek peningkatan jalan di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, kini tengah dalam pengawasan ketat pemerintah daerah.
Jalan aspal yang dibiayai dari program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 senilai Rp1,8 miliar tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah, meski baru berumur satu bulan sejak serah terima pekerjaan.
Kondisi ini memicu reaksi cepat dari Inspektorat Kabupaten Bojonegoro yang turun langsung bersama tim teknis Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga untuk melakukan audit fisik di lokasi, Kamis (26/2/2026).
Hasil monitoring menunjukkan jalur sepanjang 1.180 meter tersebut mengalami degradasi kualitas yang sangat cepat.
Titik kerusakan paling parah terlihat pada ruas sepanjang 50 meter di mana lapisan aspal telah hilang, menyisakan lubang-lubang dalam yang memperlihatkan material agregat batu ke permukaan.
Sekretaris Inspektorat Bojonegoro, Didit Sugiarto, menegaskan bahwa pengecekan ini dilakukan untuk memastikan apakah ada ketidaksesuaian antara spesifikasi teknis dalam kontrak dengan realisasi di lapangan.
“Kami bersama tim teknis PU Bina Marga menindaklanjuti keluhan warga. Kami tidak ingin anggaran besar dari BKKD ini tidak memberikan manfaat jangka panjang karena kualitas yang rendah,” tegas Didit.













