Ads
Pemerintahan

Bambang Sutrisno, Penerus Ajaran Samin yang Menginspirasi

syailendraachmad51
×

Bambang Sutrisno, Penerus Ajaran Samin yang Menginspirasi

Sebarkan artikel ini
TfBSASnQss3BVCFB

BOJONEGORO||TRANSISINEWS-Di tengah arus modernisasi, Bambang Sutrisno tetap melangkah dengan tenang. Sebagai generasi kelima sedulur sikep atau komunitas masyarakat Samin di Bojonegoro, ia memikul warisan nilai yang tak lekang oleh waktu.

Yakni kejujuran, kesabaran, kerja sungguh-sungguh, dan keikhlasan. Nilai-nilai itulah yang baru-baru ini mendapat pengakuan nasional melalui Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 kategori masyarakat adat.

Bagi Bambang Sutrisno, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi pribadi. Lebih dari itu, ia memaknainya sebagai sebuah anugerah sekaligus kepercayaan dari negara kepada para penerus ajaran Samin.

“Ini adalah bentuk apresiasi pemerintah kepada kami sebagai generasi penerus Ajaran Samin. Kami bangga bisa menjadi bagian dari anugerah kebudayaan Indonesia,” ungkapnya.

Dalam pandangannya, tantangan terbesar ajaran Samin di era modern bukanlah soal zaman, melainkan bagaimana nilai-nilai itu diterapkan secara konsisten, terutama oleh generasi muda.

Ia menegaskan, jika pitutur atau ajaran Samin benar-benar dijalankan, sejatinya tidak ada tantangan berarti. Ajaran itu telah mengajarkan laku hidup yang jelas dan praktis yakni jujur, sabar, trokal, dan narima. Trokal dimaknai sebagai usaha yang sungguh-sungguh, sementara narima berarti menerima hasil dengan ikhlas.

“Kalau kita sudah jujur, sabar, dan berusaha, apa pun hasilnya harus diterima dengan lapang dada,” ujarnya.

Bahkan ketika nilai-nilai itu tidak sepenuhnya dipahami atau diterima oleh orang lain, ajaran Samin mengajarkan untuk tetap ikhlas, baik saat dipuji maupun ketika dikritik.

 

Bambang Sutrisno adalah anak dari Mbah Hardjo Kardi, generasi keempat dari pendiri ajaran Samin, yakni Samin Surosentiko. Ia dan keluarga tinggal di Dusun Jepang, Desa/Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.

Menurut dia, kesederhanaan dan perlawanan tanpa kekerasan menjadi ciri kuat ajaran Samin. Ajaran ini bersifat universal dan tidak bertentangan dengan agama apa pun.

Lima tuntunan utama menjadi pegangan hidup dengan tidak mengambil hak orang lain, tidak membeda-bedakan sesama karena semua adalah saudara, berpikir sebelum berbicara, serta memiliki empati dengan merasakan apa yang dirasakan orang lain sebelum berbuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *