Ads
PemerintahanPeristiwaPolitikPolri

Aksi Demonstrasi di DPRD Bojonegoro: 9 Tuntutan untuk Mewujudkan Keadilan Sosial

syailendraachmad51
×

Aksi Demonstrasi di DPRD Bojonegoro: 9 Tuntutan untuk Mewujudkan Keadilan Sosial

Sebarkan artikel ini
Img 20250903 160914 copy 1305x783
Masa menempelkan selebaran tuntutan.

BOJONEGORO||TRANSISINEWS-Aksi demontrasi yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat di depan Gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro nampak begitu damai meskipun di warnai corat-coret tembok pagar hingga penempelan selembaran kertas tuntutan, pada Rabu 3 September 2025, sekitar pukul 15.30 wib.

Sekelompok masyarakat tersebut menyampaikan aspirasi dengan melukis tuntutan diselembar kain putih dan tuntut keadilan untuk Ojol (Ojek Online) bernama Affan Kurniawan, yang merupakan mitra Gojek, tewas setelah mengalami insiden tragis dilindas mobil Brimob. Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis, di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat(28/08/2025) dan langsung memicu gelombang perhatian publik, khususnya di media sosial.

Img 20250903 161857 copy 1632x1224
Masa melakukan penempelan selebaran tuntutan.

Dalam aksinya, massa mengawali dengan teatrikal dan tabur bunga di depan gedung DPRD serta mengheningkan cipta untuk Almarhum Affan Kurniawan.

Massa dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Bojonegoro menyampaikan 9 tuntutan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menuntut keadilan.

Berikut adalah rincian tuntutan tersebut:

1. *Menghapus Hak Istimewa dan Memangkas Gaji Pejabat*: Massa menuntut penghapusan hak istimewa dan pemangkasan gaji pejabat negara, perwira tinggi, pejabat lembaga non-kementerian, komisaris, dan direktur BUMN. Dana yang dihemat diusulkan untuk dialihkan demi pendidikan gratis, layanan kesehatan gratis, subsidi rakyat, dan peningkatan kesejahteraan buruh dan masyarakat.

2. *Memotong Anggaran Kementerian dan Lembaga*: Massa mengusulkan pemotongan anggaran kementerian dan lembaga yang dinilai tidak berhubungan langsung dengan kesejahteraan rakyat, seperti Kementerian Pertahanan, Kepolisian, Kejaksaan Agung, BIN, DPR, dan MPR. Dana tersebut diusulkan untuk dialihkan demi kebutuhan rakyat yang lebih mendesak.

3. *Menaikkan Upah Buruh dan Pajak Progresif*: Massa menuntut kenaikan upah buruh dan penurunan pajak bagi rakyat kecil. Di sisi lain, mereka juga mengusulkan penerapan pajak progresif yang lebih tinggi untuk perusahaan besar, perbankan, dan konglomerat demi distribusi pendapatan yang lebih adil.

4. *Membebaskan Rekan yang Ditahan Tanpa Syarat*: Massa menuntut pembebasan rekan mereka yang ditahan tanpa syarat, menandakan kepedulian terhadap isu keadilan dan hak asasi manusia.

5. *Mengadili Aparat Pelanggar HAM*: Massa menuntut penangkapan, pengadilan, dan pemenjaraan bagi aparat yang terbukti melakukan pelanggaran HAM. Hal ini menunjukkan keinginan kuat untuk menuntut keadilan dan menindak para pelaku pelanggaran HAM.

6. *Mengurangi Anggaran Kepolisian dan Melucuti Alat Represi*: Massa mengusulkan pengurangan anggaran kepolisian dan pelucutan apa yang mereka sebut sebagai alat represi rezim. Tuntutan ini mencerminkan keinginan untuk mengurangi peran represif aparat keamanan dan mengalihkan sumber daya untuk kebutuhan yang lebih mendesak.

7. *Mengembalikan Militer ke Barak*: Massa menuntut agar militer kembali ke barak dan tidak ikut campur dalam urusan sipil. Hal ini menunjukkan keinginan untuk membatasi peran militer dalam kehidupan sipil dan menjaga demokrasi.

8. *Menyita Harta Koruptor dan Konglomerat*: Massa menuntut penyitaan seluruh harta koruptor dan konglomerat untuk dikembalikan kepada negara demi kepentingan rakyat. Tuntutan ini bertujuan untuk menindak para koruptor dan memastikan keadilan ekonomi.

9. *Menghukum Pengemplang Pajak*: Massa menuntut hukuman bagi para pengemplang pajak dan pengalihan dana yang diperoleh untuk pendidikan gratis, kesehatan, serta kesejahteraan buruh dan masyarakat. Hal ini menunjukkan keinginan untuk meningkatkan kepatuhan pajak dan memastikan keadilan dalam sistem perpajakan.

Img 20250903 154841 copy 1632x1224
Aparat gabungan nampak siap siaga demi kondusifitas wilayah.

Aparat gabungan nampak berjaga dari balik gerbang kantor DPRD Bojonegoro. Dengan sinergitas yang begitu kuat dan kawalan ketat aksi demontrasi berjalan kondusif meskipun ada aksi vandalisme.

Hadir langsung dalam pengamanan kegiatan, Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, S.H., S.I.K., M.I.K., mengungkapkan bahwa pihaknya mengerahkan lebih dari 100 personel untuk memastikan keamanan selama aksi berlangsung.

“Pengamanan ini juga melibatkan personel TNI dari Kodim 0813 Bojonegoro yang bersiaga bersama kami,” tambahnya.

Dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Bojonegoro, Afrian menekankan pentingnya patroli intensif.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi agar tetap aman dan damai.

Img 20250904 000837
Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian didampingi PJU, saat dikonfirmasi awak media.

“Mari kita jaga Bojonegoro tetap kondusif dan hindari provokasi yang dapat memicu kerusuhan,” ajak Kapolres Bojonegoro.

Aksi demontrasi yang berlangsung selama sekitar satu jam tersebut berakhir dengan tertib dan damai, dengan massa yang membubarkan diri secara tertib pula.(sy)