Ads
TNI

Semarak Penutupan TMMD ke-129, Warga Kesongo Dapat Pemeriksaan dan Pengobatan Kesehatan Gratis

syailendraachmad51
×

Semarak Penutupan TMMD ke-129, Warga Kesongo Dapat Pemeriksaan dan Pengobatan Kesehatan Gratis

Sebarkan artikel ini
IMG 20260813

BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Rangkaian penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, turut diwarnai kegiatan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat.

 

Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan jajaran Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kesongo dan Puskesmas Kedungadem.

 

Masyarakat mendapatkan kesempatan melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus memperoleh pelayanan pengobatan secara gratis.

 

Pemeriksaan yang diberikan meliputi sejumlah indikator kesehatan, di antaranya asam urat, kolesterol, gula darah, tekanan darah, tinggi badan (TB), dan berat badan (BB).

 

Dalam pelayanan tersebut, sedikitnya delapan perawat dan satu dokter dari Puskesmas Kesongo dan Puskesmas Kedungadem diterjunkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

Kepala Puskesmas Kesongo, dr. Bowo Luhur Santoso, mengatakan keterlibatan jajaran kesehatan dalam kegiatan TMMD merupakan bentuk kerja sama untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

 

“Alhamdulillah dengan adanya kerja sama di acara TMMD ini, salah satunya adalah pemeriksaan kesehatan gratis, yang kedua adalah pengobatan gratis. Jadi di sini nanti kita bisa melakukan cek-cek kesehatan. Jika ada sesuatu yang kurang pas, nanti langsung bisa kita lakukan tindakan, yaitu pemberian obat, sekaligus edukasi tentang kesehatan kepada masyarakat yang berkunjung,” ujar dr. Bowo. Kamis (13/08/2026).

 

Menurutnya, kegiatan pemeriksaan kesehatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap berbagai gangguan kesehatan. Masyarakat diharapkan tidak menunggu sampai mengalami keluhan berat untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

 

Selain pemeriksaan dan pengobatan gratis, pihak Puskesmas juga menyampaikan edukasi mengenai peningkatan gizi masyarakat.

 

Salah satunya melalui pemberian makanan tambahan sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan status gizi masyarakat.

 

Dr. Bowo juga mengingatkan masyarakat Desa Kesongo agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang berpotensi muncul selama musim kemarau.

 

Terjadinya keterbatasan air pada musim kemarau membuat masyarakat cenderung menyimpan persediaan air.

 

Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena tempat penyimpanan air yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

 

“Musim kemarau ini sulit air sehingga kita lebih cenderung menyimpan air. Dalam menyimpan air ini ada beberapa risiko, salah satunya kualitas air bisa menurun atau air tersebut dihinggapi nyamuk sehingga dapat menimbulkan wabah, salah satunya demam berdarah,” jelasnya.

 

Ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah preventif dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan serta menjaga kebersihan lingkungan.

 

“Kami berharap segera melakukan kewaspadaan dan preventif, salah satunya dengan melakukan cek kesehatan gratis ini untuk menghindari penyakit-penyakit yang tidak diinginkan. Yang kedua adalah waspada terhadap kejadian atau penyakit yang bersumber dari lingkungan,” pesannya.

 

Bagi masyarakat, pelayanan kesehatan gratis tersebut menjadi salah satu manfaat yang dirasakan secara langsung dalam rangkaian kegiatan TMMD ke-129.

 

Salah seorang warga Kedungadem, Hadi (56), turut memanfaatkan pelayanan kesehatan yang tersedia dalam kegiatan tersebut.

 

“Kehadiran layanan kesehatan gratis ini dinilai membantu masyarakat mendapatkan pemeriksaan kondisi kesehatan tanpa harus datang jauh ke fasilitas pelayanan kesehatan dan tentunya gratis. Terimakasih hadirnya tmmd 129 ini sangat membantu masyarakat kedungadem,” ucapnya.

 

Kegiatan pelayanan kesehatan ini sekaligus melengkapi rangkaian penutupan TMMD ke-129 di Desa Kesongo.

Tidak hanya pembangunan fisik, program TMMD juga menjadi sarana menghadirkan pelayanan sosial dan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

 

Melalui kegiatan tersebut, sinergi TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan masyarakat diharapkan terus berlanjut, sehingga semangat membangun desa tidak berhenti setelah program TMMD resmi ditutup.(sy)

error: Content is protected !!