Ads
EdukasiPemerintahan

Tersebar di Dua Kecamatan, Mahasiswa KKN Unair Siap Mengabdi Satu Bulan di Bojonegoro

syailendraachmad51
×

Tersebar di Dua Kecamatan, Mahasiswa KKN Unair Siap Mengabdi Satu Bulan di Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
1000359755

BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Sebanyak 200 mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bersiap melaksanakan pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK). Kedatangan para mahasiswa ini disambut langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro, Senin (13/7/2026).

​Ratusan mahasiswa tersebut nantinya akan diterjunkan di 20 desa yang tersebar di wilayah Kecamatan Kanor dan Kecamatan Sumberrejo selama satu bulan penuh hingga Agustus mendatang.

​Bupati Setyo Wahono menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan Unair yang kembali memilih Bojonegoro sebagai lokus pengabdian.

Menurutnya, kehadiran kaum akademisi muda ini menjadi stimulus penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong pembangunan desa yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

​”Saya yakin kehadiran mahasiswa akan memberikan nilai tambah bagi desa. Bojonegoro memiliki berbagai sektor unggulan mulai dari pertanian, kesehatan, peternakan, hingga pemberdayaan masyarakat. Ini menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa untuk ikut berkontribusi lewat inovasi dan pendampingan di lapangan,” ujar Setyo Wahono.

​Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bojonegoro, Dilli Triwibowo, melaporkan bahwa Bojonegoro kini menjadi magnet bagi dunia perguruan tinggi.

Sepanjang bulan Juli hingga Agustus 2026, tercatat ada enam kampus negeri maupun swasta yang menggelar KKN di Bojonegoro.

​”Sebelum kedatangan mahasiswa Unair, jumlah peserta KKN di Bojonegoro tercatat sebanyak 4.093 mahasiswa. Dengan tambahan 200 mahasiswa Unair hari ini, total mahasiswa yang melakukan pengabdian di Kabupaten Bojonegoro mencapai 4.293 orang,” urai Dilli.

​Dalam momentum penyambutan tersebut, BRIDA juga memanfaatkan kesempatan untuk memperkenalkan sejumlah produk unggulan UMKM lokal kepada mahasiswa.

Langkah ini diharapkan mampu menjadikan para mahasiswa sebagai agen promosi atau duta yang mengenalkan produk asli Bojonegoro ke daerah asal mereka masing-masing.

​Di sisi lain, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unair, Syahrur Marta Dwi Susilo, memastikan bahwa seluruh anak didiknya telah dibekali kompetensi matang sebelum terjun ke lapangan.

Pihaknya juga menerjunkan 10 dosen pembimbing lapangan (DPL) untuk melakukan pendampingan intensif.

​”Konsep KKN-BBK ini menempatkan masyarakat sebagai mitra aktif. Mahasiswa tidak hanya hadir untuk mengimplementasikan ilmu, tetapi juga belajar dari kearifan lokal. Kami berharap seluruh program kerja yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi warga dan mendukung kemajuan Kabupaten Bojonegoro,” pungkas Syahrur.(sy/*)